Wednesday, August 5, 2026

Sakit

Aku seringkali butuh rinai hujan untuk mendung yang kian gelap menyelimuti,
Namun, meminta saja tak cukup untuk membuat hujan,
Dan tak mungkin juga aku bertahan hingga guntur memaksa diriku untuk jujur ke semua orang.

Aku merasa terhimpit diantara dinding ekspektasi,
Aku gelisah di dalam sepi,
Aku ingin lari menjauh sebelum kepalaku meledak begitu keras,
Keringatku mengucur deras menahan pikiran yang kacau tak karuan.

Aku ingin menjemput pelangi di akhir bulan ini,
Aku ingin menemukan ujungnya untuk melihat warna-warna yang selama ini membuatku menangis,
Aku tidak tau apakah itu sebuah jawaban,
Itu adalah usahaku untuk sembuh,
Untuk hilang ingatan pada perasaan mengerikan

Wednesday, January 13, 2021

Racun Kehidupan Di Sekitar Kita

Racun di Sekitar Kita

Semua kekacauan ini berakar pada kegagalan manusia menata dirinya sendiri. Mereka gagal menata pikirannya dan kemudian juga gagal menata kehidupan bersama yang berpijak pada keadilan dan kemakmuran. Lebih dari itu, kegagalan tata kelola kehidupan ini juga membawa kerusakan pada hewan dan tumbuhan lainnya. Seluruh alam terancam rusak, karena manusia gagal menata hidupnya.
Mengapa manusia gagal menata hidupnya? Mengapa ia gagal membangun hidup bersama yang adil dan makmur untuk semua?
Saya melihat, pikiran manusia dilumurin oleh racun. Akibatnya, pikiran nya tak lagi mampu melihat keadaan secara tepat. Pikirannya 
pun tidak bisa bersikap menanggapi keadaan dengan tepat. Racun ini berkembang dari kesalahan berpikir yang diajarkan kepada kita, lalu berkembang menjadi kebiasaan sekaligus bagian dari kepribadian kita sendiri.

1. Racun pertama adalah kesalahan berpikir mendasar soal waktu. 
Kita percaya, bahwa masa lalu itu ada. Akhirnya, banyak orang terjebak pada masa lalunya. Ia hidup di dalam penderitaan, akibat kenangan atas masa lalu yang gelap, yang sebenarnya sudah tidak ada.
Banyak orang juga yakin, bahwa masa depan itu ada. Akhirnya, mereka sibuk bekerja, guna menata masa depan. Orang yang pikirannya 
terus berayun di antara masa lalu dan masa depan akan terus hidup dalam penyesalan masa lalu, dan ketakutan akan masa depan. 
Pikirannya dipenuhi ketegangan dan penderitaan. Orang yang pikirannya penuh dengan ketakutan dan penyesalan 
tidak akan pernah menemukan kedamaian. Ia hidup di dalam penderitaan, dan akhirnya membuat orang lain menderita. Ia akan 
mencari segala cara untuk menemukan kedamaian, jika perlu dengan menghancurkan orang lain dan alam, guna memuaskan kebutuhan pribadinya. Ketakutan akan masa depan juga membuat orang menumpuk harta secara buta, kalau perlu dengan korupsi, menipu dan merugikan orang lain.
2. Racun kedua adalah pikiran curiga dan prasangka. Pikiran curiga berarti pikiran yang selalu melihat dunia dari sisinya yang paling 
jelek. Pikiran curiga lalu menghasilkan prasangka. Orang pun tidak lagi dapat melihat dunia apa adanya, tetapi selalu dengan kaca mata curiga dan prasangka. Pendek kata, ia selalu melihat dunia dan orang lain sebagai musuh yang mengancam dirinya.
Curiga dan prasangka membuat kita membenci orang lain. Kita tak merasa ragu membuat orang lain menderita, selama kebutuhan 
kita terpenuhi. Curiga dan prasangka juga membuat kita menjadi tak peduli dengan penderitaan orang lain. Curiga dan prasangka adalah akar dari kebencian dan konfl ik yang melanda begitu banyak bagian dunia sekarang ini.
3. Racun ketiga adalah pikiran dualistik-dikotomik. Artinya, pikiran yang melihat dunia dengan kaca mata hitam putih. Ada pihak yang be-nar secara absolut, dan ada pihak yang salah secara absolut. Tidak ada jalan tengah. Kedua nya harus saling menghancurkan satu sama lain.Inilah salah satu akar dari banyak masalah di dunia sekarang ini. 
Cara berpikir dikotomik menjadi cara berpikir kawan lawan. Aku dan kelompokku benar. Sementara, orang lain dan kelompoknya adalah lebih rendah dan salah, maka harus dihancurkan. Perbedaan agama, 
suku, rasa dan cara berpikir digunakan untuk membenarkan pikiran dualistik-dikotomik ini.
4. Racun keempat adalah dorongan untuk menambah terus menerus. Kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada. Kita sudah pu-nya satu mobil, tetapi kemudian merasa kurang, dan membeli mobil 
yang baru. Ekonomi juga harus tumbuh terus menerus, tidak boleh berhenti.
Akar dari dorongan ini adalah rasa tidak cukup di dalam hati. Kita bahkan bersedia untuk mengorbankan orang lain, demi memuaskan 
kebutuhan kita. Kita juga menghancurkan alam, guna memenuhi kebutuhan palsu kita akan kemewahan dan kerakusan. Pikiran yang 
selalu ingin menambah dan rakus ini membuat kita, dan segala hal di sekitar kita, menderita..

Thursday, December 19, 2019

Buat Kamu

terkadang kau berada sangat dekat tetapi tetap saja bagaikan ada jurang yang memisahkan kita. melihatmu dari kejauhan, itulah yang selalu aku lakukan. Menjadi Pengagum rahasia dan semuanya berawal dari Rasa yang ada di HATI. dan kau pasti tak menyangka,aku berbohong jika aku begitu mudah meupakanmu. Karena cukup melihat senyummu dari jauh saja sudah membuat hariku cukup berwarna. Mencari cari tambatan hati,ada sebuah lirik lagu yang cocok untuk memuja adalah “Dan kau hadir, mengubah segalanya, menjadi lebih Indah, kau bawa cintaku setinggi angkasa, membuat ku merasa sempurna”. Walaupun kamu bukan siapa” tapi aku akan menyukaimu sampai kapanpun, karena cuma km yg aku sayang. Cinta itu tidak perlu/tidak harus dipertontonkan karena kalau cinta sejati itu datangnya dari hati ke hati. Jangan sampai engkau membuang air matamu untuk orang yg tidak menyayangimu,tangisilah orang yg mencintaimua apa adanya. Pada saat pandangan pertama aku bertemu denganmu aku merasa bahwa kamu adalah cinta sejatiku.

Aku akan tetap menunggu, mengagumi, dan berdo’a untukmu. Sampai tuhan menyuruhku untuk berhenti melakukan itu

Tahukah kamu aku mengagumi mu dgn sepenuh hati, hati yang tak bernyali.

Aku sempat mengagumi seseorang sebelum kamu, namun cuma kamu yang mampu membuatku begitu terkagum-kagum

Yaa jarak ini membuat aku tetap mengagumi Aku biarkan karena ini bukan masanya Dan bukan seperti ini caranya

Karna aku s’lalu pasti mengagumi dengan hati Di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya

Tenang aja, aku cuma mengagumi ko. Kalau berharap untuk bisa bersama kamu. Itu ga mungkin. Karna aku tau diri

Biarkan aku selalu mengagumi tanpa di cintai

Aku hanyalah laki-laki nakal yg mengagumi wanita baik-baik, yaitu kamu

Rasa ini tulus di relung hati yg paling dalam aku sayang kamu walau aku tau aku hanya bisa mengagumi tanpa harus memiliki

Aku diam-diam menyukai dan mengagumi mu, tapi aku masih malu untuk mengungkapkannya sekarang.

Cukup begini saja. Aku akan diam. Aku tak kan berkutik. Aku tak akan memulai. Namun, Rasa ku tak pernah berubah. Tetap mengagumi. Menyukai.

Rasanya mungkin ini saatnya aku berhenti berhenti untuk mengagumi mu berhemti untuk berharap,toh semuanya percuma aja.

kenapa aku begitu mengagumi mu, bahkan aku sangat menyayangimu, ada rasa senang setiap kali melihatmu.

Sunday, July 28, 2019

Ketika yang bahagia sedang bersedih,dan yang sedih sedang berbahagia :)

Dibalik semua kebahagiaan, selalu ada kesedihan yang redup sementara waktu. Begitu pula kesedihan, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang redup sementara waktu. Dan menikmati kehidupan dengan berbagai dunia yang berbeda dipenuhi kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan yang berlarut-larut akan membawa diriku mengalami penderitaan.

Kebahagiaan yang berlarut-larut juga akan membawa diriku mengalami penderitaan. Dan satu-satunya solusi atas itu semua adalah membiarkan kebahagiaan dan kesedihan itu datang dan pergi tanpa harus meminta diriku untuk siap menerima atau menolaknya, karena ia yang datang sendiri bisa pulang ke asalnya tanpa harus diusir. Sehingga diriku merefleksikan kebahagiaan dan kesedihan bahwa tidak ada yang menetap dalam perasaan emosional itu, tatkala mereka berubah karena faktor dari luar diriku.

Bentuk emosional apapun yang melatar belakangi kebahagiaan dan kesedihan hanyalah totalitas relasi realitas diriku dengan dunia yang berada diluar diriku.

Diriku menyadari akan hadirnya emosi itu, sehingga aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dari dalam diriku yang harus aku terima keberadaannya selama ini walaupun terkadang membelenggu dan menyiksa diriku sendiri.

Dari kesadaran itulah diriku menyadari akan keberadaan yang lain diluar diriku sekaligus diri yang lain didalam diriku, dan satu-satunya cara yang perlu aku dan diriku lakukan adalah aku melatih diriku atas afeksivitas dari stimulus eksternal, dengan begitu aku terbiasa untuk mengontrol segala bentuk emosional dari diriku.

"Sesungguhnya seorang diri diantara diri yang lain dengan kompleksitas emosionalnya dalam menjalani kehidupan dengan dunianya masing-masing memiliki otoritas tunggal, bahwa diri sendirilah yang sepenuhnya mengontrol segala bentuk emosional yang bisa muncul ke permukaan dan relasi diri dengan diri yang lain adalah kekuasaan atas otoritas yang berorientasi pada emosional yang otoriter, sehingga akan ada siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Dan itulah kodrat dalam diri masing-masing individu, jika ia mengetahui apa yang ditahuinya tentang emosional.

Thursday, August 9, 2018

BY MY SELF ! | BE YOU'R SELF !


Menjadi diri sendiri jauh lebih penting dibanding menjadi apa yang orang lain pikirkan. Ketika langkah mu berbeda dengannya, jangan kau langsung putar arah langkahmu. Penyakit kita adalah satu,kita sering kali tidak menghargai diri sendiri, ingin dan ingin selalu kita ucapkan seolah saat ini kita hanyalah dedaunan kering. Bukan apa apa dan sulit menjadi apa apa.

Menilai orang lain lebih mudah dari pada menilai diri sendiri. Kita tau apa yang baik untuk orang lain, tapi terkadang kita buta apa yang terbaik untuk ku.

Untuk itulah kita butuh seseorang untuk mengingatkan kita. Sering sekali aku menjadi diri yang dipikirkan orang lain, selalu ingin terlihat baik dan sempurna didepan orang lain, bukankah aku terlalu tajam pada diriku? Tak menjadi diri sendiri, tapi selalu berusaha menjadi yang diinginkan orang lain. Sulit, ya! Karena akupun tau seperti apa diriku sebenarnya.

Ketika ketidaksamaan jalan dengan orang lain menbuat aku ingin memutar langkah dan menyamakan lagi agar tidak berbeda.

Berjalan sendiri dijalan yang berbeda membuat kita merasa kecil dan ingin menyamakan jalan dengan lainnya. Karena takut akan kekecewaan dan takut akan kesendirian. Benar atau salah tidak diperdulikan asal tidak berjalan sendiri dijalan yang berbeda.

Ingin dan selalu ingin menjadi sesuatu yang hebat seolah kita bukan apa apa pasti pernah kita rasa, sulit rasanya merasa puas dan menghargai diri sendiri.

Tapi bukankah dengan menghargai diri sendiri merupakan suatu awal untuk mencapai kehebatan yang lainnya?

Hargai lah dirimu sendiri bila ingin dihargai orang lain. Jangan pernah menganggap kamu hanya dedaun kering atau remahan cookies yang tidak ada arti apa apa. Waktu akan tetap berjalan meski kita meminta untuk menunggu.sebap waktu adalah penghambat atau pemberi lukamu. Itu semua tergantung dari pemeliharaanmu akannya. Waktu tak akan pernah menunggu kita untuk memulai sesuatu untuk bisa berubah, ia akan berjalan sebagaimana mestinya, dan kitapun akan tertinggal jauh dari nya. Semakin lama menunda semakin jauh waktu yang berlalu dan nanti sampailah kita dititik dimana sesal menghampiri..

 

 

Sunday, June 17, 2018

KAPANKAH AKU TUMBUH DEWASA ?




Saat aku dewasa nanti, aku dapat melakukan semua hal sesukaku! Aku dapat memilih sendiri apa yang aku mau dan tidak harus bergantung pada orangtua.
Sungguh menyenangkan menjadi dewasa!
Sebenarnya apa yang membuat kita disebut dewasa? Apakah kedewasaan bergantung pada umur?

Di masa lalu, terdapat banyak ritual kebudayaan yang menandai berakhirnya masa kanak-kanak dan dimulainya kehidupan dewasa.
Perlahan-lahan anak-anak tumbuh melewati serangkaian perubahan penting dalam hidup. Status sebagai anak-anak berakhir, dan mereka 'terlahir kembali' sebagai manusia yang lebih dewasa.
Pada kebudayaan tradisional seperti di Afrika, para pemuda harus membuktikan keberanian, tanggung jawab, kekuatan, dan kehormatan mereka didepan seluruh anggota sukunya agar diakui sebagai orang dewasa.
Batasan umum seseorang dianggap dewasa sangat bervariasi, tergantung pada masa dan negara. Di Indonesia, batasan umur dewasa adalah tujuh belas tahun.
Pada usia ini seseorang boleh mengikuti pemilihan umum, memiliki KTP, serta SIM, dan diizinkan berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara.
Akan tetapi, menjadi dewasa tidaklah semudah itu. Umur bukanlah patokan utama. Saat menjadi dewasa, kita juga harus bertingkah laku dengan 'dewasa', tidak cengeng, tidak manja, serta selalu bertanggung jawab atas pilihan kita dan semua yang kita lakukan.
Nilai kebaikan dan norma yang ditanamkan di sepanjang hidup adalah kunci yang menentukan kedewasaan.
Tentu saja ini tidak terjadi dalam satu malam!
Tapi yang jelas, dalam hidup, kita tidak akan pernah berhenti tumbuh dan belajar.

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...