Saturday, January 27, 2018

AKU TAHU BAHWA AKU TIDAK TAHU TENTANG KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

                          



                     Foto Gidion Chester. 

Orang yang masih hidup terlalu ambisius untuk tahu segala hal tentang kematian sampai ia dibunuh karena ingin tahu apa yang ada dalam kematian, sementara orang yang sudah mati tidak pernah memberitahu segala hal tentang kematiannya kepada orang yang masih hidup.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang yang masih hidup untuk menuju kematian, tapi orang yang sudah mati tidak punya satu pun cara untuk bangkit dari kematiannya.
Ada banyak hal kemungkinan yang bisa membuat orang yang masih hidup untuk bertahan hidup, tapi orang yang sudah mati tidak memiliki satu pun kemungkinan untuk kembali hidup.
Orang yang pernah hidup memberikan tanda - tanda atau simbol saat ia menjalani kehidupannya agar orang-orang yang ada disini dan saat ini tahu akan eksistensi mereka yang pernah hidup. Namun orang yang sudah mati tidak pernah memberikan satu pun tanda dan simbol tentang kematiannya hingga saat ini.

Ada sesuatu hal misterius bagi orang yang masih hidup saat ini, yaitu kematian. Bukan kematian yang menimbulkan teka-teki bagi mereka, kehidupan setelah kematianlah yang menjadi tanda tanya besar bagi mereka yang memiliki ego untuk terus hidup.
Semua yang hidup pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu hidup.
Semua yang mati pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu mati.
Semua yang hidup pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya hidup.
Semua yang mati juga pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya mati.
Antara ada dan tiada itu dua hal yang berbeda, "ada" yang ada tanpa diciptakan oleh manusia, "ada" yang ada diciptakan oleh manusia.

Apa yang sungguh ada? Sederhananya ada itu ada sedang tidak ada itu tidak ada. Namun homo sapiens itu memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan hewan lainnya yang ada atau hewan yang pernah ada sebelum manusia ada di bumi bulat ini.
Homo sapiens memiliki pikiran (akal budi) yang mampu menciptakan banyak hal seperti; bahasa, teknologi, nilai, negara, komunitas, budaya, agama, dewa dsb. Inilah yang membuat homo-sapiens saat ini menjadi sang penguasa diantara hewan-hewan lainnya, ia mampu mengalahkan hewan buas lainnya hanya dengan pengetahuannya yang selama ini hingga saat ini masih melakukan penelitian tentang segala yang ada disekitarnya , mereka melakukan hal itu semua untuk kemajuan homo-sapiens, jikalaupun ia mengatakan bahwa ia melakukan ini semua demi alam ini, ketahuilah bahwa yang ia lakukan itu semata-mata bukan karena alam ini, tapi kepentingannya sendiri untuk terus bertahan hidup.

Homo-sapiens tidak hanya menciptakan sesuatu yang konkrit, selain itu homo-sapiens juga mampu menciptakan sesuatu yang abstrak. "Ada" itu tidak harus "ada" dalam bentuk fisik atau sederhananya ada itu bisa di inderawi. Memang seperti itu, namun ada yang ada dalam pikiran manusia itu memiliki makna, katakanlah bahwa bahasa tanpa pengalaman itu merupakan kekeringan tanpa makna.

Bagaimana kalau ada kehidupan setelah kematian? Bukankah hal ini merupakan sesuatu hal yang berada diluar pengalaman manusia, dari sekian abad lamanya homo-sapiens mencari tahu apakah kehidupan setelah kematian itu sungguh ada, sebenarnya bukan kehidupan setelah kematian yang ingin ia ketahui tetapi konsep surga dan neraka lah yang ingin mereka ketahui, sebab keadilan yang ingin mereka dapatkan setelah mereka mati atas apa yang telah mereka lakukan selama ia menjalani kehidupan. Namun dari sejarah homo-sapiens hingga sekarang tidak pernah ada yang mampu memberikan dan menerapkan keadilan bagi semua homo-sapiens karena keadilan bagi semua homo-sapiens itu hanyalah harapan semata yang selama ini terus diperjuangkan -- termasuk diri saya sendiri -- kepada diri saya sendiri apalagi kepada diri yang lain.

Namun apakah kehidupan setelah kematian itu ada? Inilah pertanyaan mendasar untuk tahu terlebih dahulu kehidupan setelah kematian kemudian menuju kepertanyaan berikutnya, apakah keadilan setelah kehidupan itu adil bagi dirinya sendiri ataukah timbangan keadilan itu sama sekali tidak merata bagi segala homo-sapiens? .

Disini dan saat ini saya pernah ditawarkan banyak konsep keadilan (hukuman dan hadiah) setelah kematian dari teman-teman sekitar, mereka menawarkannya dalam satu paket, dalam satu paket ini terdapat banyak hal didalamnya yang hampir menyerupai namun tak sama, dan bukan hanya keadilan (hukuman dan hadiah) yang mereka tawarkan kepada saya. Segala dimensi aspek kehidupan ditawarkannya kepada saya, namun untuk sementara saya menolaknya tanpa mengatakan bahwa apa yang ditawarkannya itu berada dalam penilaian benar-salah / baik-buruk. Saya bisa saya menerimanya tanpa harus menjadi bagian dari apa yang mereka tawarkan, saya punya nilai bagi diri saya sendiri. Jika hanya untuk berbuat baik harus menggunakan label maka hal itu menurut tentu tidak netral, karena menggeneralisasikan suatu label itu merupakan bagian dari kesesatan berpikir yang bisa memicu terjadinya konflik antar label.

Dari sekian banyak tawaran yang saya dapatkan semakin membuat saya melihatnya sebagai sebuah produk, produk itu untuk saya gunakan, produk itu harus sebagaimana adanya sesuai dengan apa yang saya butuhkan dan tidak membuat diri saya terpisah dari diri yang lain karena hanya mengomsumsi produk itu, sehingga saya tidak mendewakan sebuah produk diantara produk lainnya, karena produknya sama saja tapi yang membedakan hanya merek yang ia gunakan pada produk tersebut. Segala yang diciptakan homo-sapiens itu tentu merupakan bagian dari homo-sapiens, dengan kata lain sebuah produk itu untuk homo-sapiens bukan homo-sapiens untuk sebuah produk.
Oh iya, sales sebuah produk bermerk internasional sekarang menggunakan teknik marketing yang menjanjikan kemajuan produk agar terus tetap exist laris di pasaran walaupun produk itu sama sekali bukan kebutuhan pasar. Mereka hanya perlu mengancam calon konsumer agar mereka membelinya karena ketakutan. Ada yang mau coba? hahahahahaha... :D

Tuesday, January 16, 2018

Alasan Saya Menjadi Seorang Pemuja Bokong Kuali | B-O-K-O-N-G-K-U-A-L-I

                                               Hasil gambar untuk bokong kuali
Pertama-tama, izinkan saya untuk meminta kalian tenang dan tidak langsung memaki. Ini murni dari dalam hati saya, sungguh saya sudah muak dengan segala dinamika kehidupan di dunia. Masyarakat intoleran yang menyembunyikannya dalam bumbu-bumbu intelektual ataupun masyarakat intoleran yang memang barbarik dan tidak menyembunyikannya. Terang-terangan di tunjukkan, jadi teror atau jadi tontonan menggelikan.

Pada mulanya, saya tertarik menjadi seorang Atheis. Tapi jadi Atheis menurut hemat saya, apa faedahnya? Saya tahu persis sejak Galilleo dipenjara, agama sudah kehilangan tempat dalam ilmu pengetahuan. 1648, tahun ketika perjanjian Westfalen diratifikasi. Agama sudah hancur kala itu! Ilmu pengetahuan menang. Setidak-tidaknya untuk sementara. Rentang tahun 1648 sampai 1945, saya melihat melalui sejarah bahwa berlomba-lombalah bangsa-bangsa penguasa ilmu pengetahuan menjelajah (Baca: Menajajah) dunia. Waktu sekolah saya ingat betul bagaimana menghapal rumus Newton adalah sebuah keharusan. Newton yang jenius, Newton yang agung. Namun apakah Newton peduli dengan genosida terhadap suku-suku lokal di Benua Amerika yang dilakukan oleh bangsanya? Iroquois, Cherokee, Navajo, dll.

Perang Makassar yang melibatkan Kesultanan Makassar dengan VOC juga terjadi direntang tahun yang berdekatan dengan Perjanjian Westfalen dan kalau tidak salah, Galilleo masih hidup. Apakah ia peduli dengan Kolonialisme yang dilakukan VOC? Saya juga ingat, bagaimana sistem Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif dalam pemerintahan berbagai bangsa di dunia ini bermula dari Trias Politikanya Montesquieu. Rumusan Trias Politika itu tidak jauh setelah Perjanjian Giyanti ditandatangani. Perjanjian sebagai penacap kekuasaan VOC di tanah Jawa, negeriku. Apakah Montesquieu tau? Tidak.

Saya menyangkal. Bagaimana Newton dan Montesquieu bisa tahu dengan kejadian di belahan dunia lainnya. Teknologi belum maju! Nah. Itu dia. Teknologi belum maju. Mereka tidak bisa apa-apa. Mereka goblok. Mungkin sama gobloknya dengan Einstein yang dipuja-puja dengan Relativitas umumnya dan tanpa berdosa ia ikut Manhattan Project. Sungguh, Einstein jenius. Manhattan Project mengantarkan Amerika Serikat ke dalam penemuan bom atom dan disempurnakan lagi menjadi Nuklir. N-u-k-l-i-r, barang mewah untuk memusnahkan manusia yang dibalut dengan bumbu-bumbu intelektual. Intelektual tai kucing!

Banyak lagi kemuakkan saya dengan ilmu pengetahuan atau hal-hal terkait dengan itu. Dan jangan lupa saya juga jenuh melihat umat beragama di Indonesia ini.

Jadi, lebih baik memujua bokong kuali. B-o-k-o-n-g K-u-a-l-i. Hitam legam seperti rakyat miskin yang butuh uluran tangan manusia berperikemanusiaan. Sungguh, ikutlah dengan saya. Jadi pemuja bokong kuali. Jika tidak mau ikut dengan saya, maka yakinkanlah, mengapa saya harus meninggalkan pemujaan terhadap bokong kuali!

Saturday, January 13, 2018

KAMU ADALAH SEORANG INJF JIKA SUKA MEMILIKI 7 HOBI INI

                                Hasil gambar untuk SEORANG INFJ



Walaupun memiliki sifat pendiam, seorang INFJ tetap suka bergaul dengan orang lain, namun ia lebih memilih untuk bersosialisasi dengan pertemanan dalam lingkaran kecil, hal ini disebabkan karena seorang INFJ cenderung menyukai percakapan yang berat, atau kita mengenalnya dalam istilah bahasa Inggris “deep conversation” dan dia bukanlah orang yang suka berbasa-basi, apalagi berteman dengan orang yang palsu.

Bagi kalian yang belum mengetahui apa itu INFJ, mereka adalah orang-orang dengan tipe kepribadian paling langka di dunia menurut tes psikologi MBTI (Myers-Briggs Personality Test), yaitu hanya mencapai 1 – 2% populasi di dunia. INFJ dikenal dengan singkatan; Introvert, iNtuitive, Feeling, Judging.

Seorang INFJ cenderung menyukai hobi yang bersifat tertutup, dan segala kegiatan yang tidak melibatkan banyak orang di dalamnya. Apa sajakah kegiatan tersebut, mari simak tulisan berikut ini:

 1. Menggemari Ilmu Metafisika

Hasil gambar untuk MENGGEMARI ILMU METAFISIKA

We Heart It
Segala hal mencakup ilmu metafisik pasti memiliki sisi misteriusnya, namun lebih spesifik lagi, karena biasanya INFJ tertarik dengan permasalahan yang memotivasi pikirannya untuk menganalisis, terutama apabila hal tersebut berhubungan dengan sisi metafisik, yaitu ilmu yang melibatkan hal-hal tak kasat mata.

2. Menggemari Pemikiran Idealis
Hasil gambar untuk MENGGEMARI PEMIKIRAN IDEALIS

We Heart It
INFJ juga memiliki pemikirannya sendiri. Biasanya orang seperti ini dijuluki si idealis, karena dia suka mempertahankan pemikirannya sendiri yang kerap anti-mainstream.

3. Suka Berimajinasi
Hasil gambar untuk SUKA BERIMAJINASI

We Heart It
INFJ sangat menyukai dunia fantasi, ia sering berimajinasi untuk mendapatkan inspirasi untuk menulis, menggambar, ataupun hal kreatif lainnya. Berimajinasi dapat memotivisi pikirannya untuk terus berkembang semakin kreatif.

4. Menggemari Karya Seni
Hasil gambar untuk SUKA KARYA SENI

We Heart It
INFJ adalah penikmat karya seni, namun juga kebanyakan dari tipe kepribadian ini biasanya adalah pelaku seni. Dalam bentuk apapaun seni tersebut, seperti lukisan contohnya. Hal ini berkaitan erat dengan kegemaran berimajinasinya.

5. Menggemari Kegiatan Travelling
Hasil gambar untuk suka travelling







We Heart It
Seorang introvert juga menyukai petualangan, walaupun sering sekali mereka memilih berpergian sendiri.

6. Menggemari Hewan Peliharaan Kucing


    Hasil gambar untuk suka KUCING
We Heart It
INFJ adalah seorang penyayang binatang, dan umumnya dari kebanyakan INFJ menyukai kucing sebagai hewan peliharaannya

7. Menggemari Segala Sesuatu yang Menggambarkan Jati Dirinya
Hasil gambar untuk GAMBARAN DIRISENDIRI


 Yup, karena dibekali oleh pikirannya yang selalu mempertanyakan banyak hal, mengamati, dan juga menganalisis berbagai hal disekitarnya, seorang INFJ tidak pernah lelah untuk terus belajar, terutama untuk menemukan jati dirinya dimanapun ia berada.
Itulah beberapa diantara hobi si pendiam berkepribadian INFJ. Apakah hobi kalian juga termasuk dalam daftar di atas? heheheee..

Tuesday, January 9, 2018

Komunikasi adalah jalan untuk menjadi orang yang hebat

Komunikasi adalah salah satu Jalan menjadi Orang Hebat. Apakah kamu memiliki masalah dengan kemampuan berbahasamu? Atau kamu selalu bingung menyusun kata untuk mengungkapkan apa yang ada di fikiranmu? Atau kamu malu untuk menyatakan ide-idemu? Atau kamu dianugrahi Tuhan  suara yang kecil?

Mulai sekarang, yuuuuk kita mengungkapkan rasa. Hehee. Intinya, Ungkapkan saja. Tidak usah malu, tidak usah takut. Apalagi jika memiliki ide yang keren. Sudah saatnya dunia tahu. Karena Dunia telah menunggu ide-ide segarmu. Tahukah kamu, ide-idemu itulah yang akan mewarnai dunia hingga menjadi indah dan menarik.

Mengambil pelajaran dari beberapa kejadian dalam hidupku, judul diataslah simpulannya. Berawal dari ketika aku mengikuti suatu kegiatan dikampus, aku termotivasi untuk selalu aktif mengungkapkan pendapatku. Ketika itu, aku mencoba untuk berpendapat. Meski kata-katanya kurang teratur, tapi teman-teman tahu apa yang aku maksudkan. Dan alhasil, pendapatku bermanfaat. Karena saat diskusi aku mencoba untuk selalu aktif ngomong (meski forum kecil) tapi itu cukup menjadi bahan bakarku untuk selalu antusias mengikuti diskusi.

Semua harus berawal dari yang kecil terlebih dahulu. Sekecil apapun pendapat yang telah tersampaikan, itu adalah bahan bakar terbesar untuk membakar semangat berfikir dan juga semangat untuk menyampaikan pendapat lagi, lagi dan lagi. Hanya perlu melawan rasa takut diawal, dan yakinlah bahwa selanjutnya akan mengalir lebih lancar dan asyik.

Tidak percaya? Jika kamu pernah punya pendapat namun tak pernah tersampaikan, bagaimana perasaanmu. Semuanya akan numpuk , dan menjadi beban berat dalam hatimu, selesai forum kamu malah uring-uringan sendiri dengan hatimu, mengapa tadi tidak disampaikan? , jalan fikiran mereka rumit, harusnya itu begini, begitu, atau tadi itu salah,, aku tidak setuju
Semua pergulatan batin tersebut begitu menyiksa bukan. Jika kamu memang merasa punya sesuatu, bagikanlah pada yang lain, maka tidak akan berkurang idemu itu, tapi mudah-mudahan, Tuhan akan melancarkan pemikiranmu, dan juga orang lain akan memberikan tambahan lain yang tentu akan menyempurnakan pemikiranmu.

Dengan mengatakan ide kita, maka orang lain bisa menilai kita dari pemikiran kita. Jika diam saja, orang lain akan menganggap kita tidak pernah bisa berfikir, kurang bermanfaat, kurang produktif, pribadi tertutup, tidak asyik dan akhirnya orang akan mikir-mikir saat ingin dekat dengan kita.
Aku sudah sering merasakan dicuekin saat berkumpul dalam forum. Kenapa? Karena aku diam saja.
Apakah kamu punya teman yang selalu aktif bicara, mengemukakan pendapat dan bertanya saat didalam kelas namun sering pernyataannya itu kurang nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan atau ternyata malah salah? Jika ada, apakah dia tampak malu? Tidak bukan, ia tetap PD.
Kamu hanya perlu mengatakan apa yang memang harus kamu katakan. Karena dengan mengatakan pandanganmu, itulah pintu gerbang agar orang lain mengetahui kepandaian dan betapa briliannya pemikiranmu.

Idemu hanya akan membusuk diotakmu jika tidak diberikan pada yang lain. Dan ide yang busuk akan mengotori ide-ide lainnya. Tidak maukan menyimpan sesuatu hal yang busuk. Uh, tidak enak. :)
Mulai sekarang,,, jika Devisa adalah Asset kekayaan suatu Bangsa. Maka DEVISA juga merupakan suatu asset untuk menunjukkan kekayaan berfikir kita, apa itu DEVISA?
Dengarkan, VIkirkan, dan Sampaikan. :)
Dengarkan pembicaraan orang lain, olah data dan fikirkan, lalu sampaikan pendapat kita tentang hal yang sedangkan dibicarakan. Dan siap-siaplah untuk dikagumi orang lain. :)
okee.. saya gidion chester salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya, Share jika bermanfaat,Terimakasih .. :)

Friday, January 5, 2018

ADA CERITA DIBALIK HUJAN


                          Foto Gidion Chester.



Aku pernah meletakkan hidupku diatas aliran takdir, aku biarkan segalanya berjalan mengikuti arus. Aku menyerah atas apa-apa saja yang sudah hilang termakan waktu, menjadi masa lalu. singkat kata aku menyerah.
Aku beberapa kali mengalami kegamangan pada masa depanku sendiri.
Suatu malam, entah apa yang terjadi, aku hanya takut, marah, frustasi, sedih, dan segala macam emosi yang negatif itu penuh, memenuhi semua kesadaranku. Aku berpikir apa yang kutakuti, aku mengafirmasi diriku sendiri. Malam itu... aku menangis, aku merasa sangat menderita, aku merasa sangat tidak berdaya, lemah dan, tidak berguna. Perasaan itu begitu menyiksa batinku, aku menuntut penjelasan, apapun akan kulakukan agar segala beban ini lepas dari diriku. Aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, tapi semua perasaan itu semakin kuat. Aku tidak mau. Aku tidak rela. Aku menyalahkan semuanya. Realitas, dunia, sosialku, Tuhan, orang yang membawaku kesini, semuanya.
Belati sudah merobek kulitku, darah mengucur deras, kepalaku pusing. Aku ngantuk sekali, beginilah akhirnya itu pikirku. Aku terbangun dirumah sakit, dan mereka meminta penjelasan. Aku terdiam seribu bahasa, aku tak bisa menjelaskannya. Mereka hanya bersyukur aku tak kenapa-kenapa.
Beberapa kali aku mengalaminya, dan rasanya sangat tidak menyenangkan. Aku tersadar, menatap cermin kamarku. Kulihat wajahnya, aku menatapnya, dari matanya terlihat sembab sehabis menangis.
"Lemah, kau sangat lemah, pecundang" itu kataku pada pria yang ada dicermin itu.
Aku merasa sedikit lega, memaki orang yang tepat dan, yang paling pantas disalahkan. Aku dan dia tersenyum.
"apa yang kau takuti ?", "siapa kau ?", "kenapa ?" Aku mulai menanyainya.
Entah pria itu atau aku yang bertanya dan menjawab. Dasar bayanganku. Aku merasa, aku merasa sangat terluka. Tapi bahagia.
Aku merasa seperti baru, aku merasa sangat luar biasa. Seperti rasanya aku membawa bom nuklir. Aku bingung menjelaskannya, rasanya seperti memakai semua jenis narkoba dalam satu waktu.
Sekarang aku merasa sangat kecil. Kepribadianku terlalu egois. Karakterku terasa begitu buruk. Terkadang aku berpikir, kenapa semua harus berjalan begini? kenapa tidak diakhiri saja? Dari apa yang sudah kupunya, aku merasa tidak punya apa-apa, pergi kesana-kemari aku merasa masih berjalan ditempat.
Aku cukup jauh dari rumah, tanpa kabar dan berita, tapi perasaanku berkata
"ini bukanlah rimba", "ini masih aku yang dulu". Tanpa ada perubahan dan stuck, aku seperti memancing ikan kecil.
Aku melihatnya. Aku tidak pernah merasa iba pada mereka yang nasibnya tidak lebih baik dariku, aku tidak perduli pada mereka, justru aku lebih bahagia. Aku bersyukur kalau itu bukan aku. Aku selalu menafikkan seluruh empatiku, itu terlalu naif buatku. Aku tidak perduli dengan berita-berita, wacana-wacana media, kelaparan, pembunuhan, atau penderitaan sejenisnya yang tidak berhubungan langsung denganku, yang aku perdulikan hanyalah diriku sendiri. Toh percuma menaruh simpatiku pada mereka, bagiku iba hanya cocok untuk mereka yang sudah tidak memiliki masalah dihidupnya.
Aku masih terlalu pagi untuk bangun.
Kepalaku tidak sebanding dengan otak-ku.
Aku begitu tidak apa-apa, tidak ada apa-apa..

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...