Saturday, October 28, 2017

Ketika kamu mengakses Pornografi | Catatan Mahasiswa Pertanian








Sesungguhnya, ketika kamu mengakses pornografi, kamu telah berkhianat kepada keluarga, negara dan agama mu sendiri.
Taukah kamu jika pornografi itu adalah salah satu jenis dari prostitusi.
Jika kamu pelajar perantauan, dan yang kamu kerjakan adalah mengakses pornografi, kamu telah berdusta kepada keluarga mu dan secara tidak langsung telah tidak bertanggung jawab kepada kewajiban mu, yaitu belajar, berorganisasi dan memegang kepercayaan orang tua mu yang ada di kampung halaman sana.

 
Ketika kamu mengakses pornografi, kamu melanggar undang-undang ITE dan Pornografi serta telah menghilangkan nilai sila ke-2 dari diri mu sendiri, karena prostitusi adalah tindakan yang tidak berperi kemanusiaan apapun alasannya. Lagian, ketika mengakses pornografi kamu berperan aktif dalam meningkatkan perputaran uang di dunia haram tersebut. Apakah kamu tidak bertanya pada dirimu, "Apakah wanita itu menyukai yang ia kerjakan atau terpaksa?", percayalah kawan, tidak ada di dunia ini yang ingin menjadi pekerja seks.

 
Ketika kamu mengakses pornografi, jelas kalau kamu mengabaikan larangan Tuhan. Apapun agama mu, perzinaan itu dilarang. Dan bagi muslim, jelas, melihat aurat yang bukan mahram nya adalah suatu hal yang dilarang dan masuk kategori zina.

 
Di bulan yang suci ini, apakah kamu tidak ingin untuk memperbanyak ibadah? Jika kamu seorang muslim dan kamu shalat, bukankah shalat itu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar? Dan jika kamu puasa, bukankah esensi dari puasa itu adalah untuk menahan hawa nafsu?

 
Apakah kamu tidak ingat, jika maut bisa datang kapan saja? Apakah kamu mau, maut datang ketika kamu sedang berlaku buruk?

 
Maaf apabila sedikit vulgar. Maaf apabila jika ada yang tersinggung. Sekedar mengingatkan diri sendiri kawan.

Sunday, October 1, 2017

Anak kost sejati : Pagi makan indomie malam minum promag




Jika ada makanan instan yang paling sering saya konsumsi, jawabannya tak  lain dan tak bukan adalah mi instan. Bagaimana tidak, sudah tak terhitung berapa kali saya membeli makanan itu. Mulai dari zaman Indomie seharga Rp 750, hingga seharga Rp 2.500 seperti sekarang. Sepertinya, mi instan bersaing ketat dengan nasi putih sebagai makanan teratas penghias dunia kuliner saya. Paling tidak, ya karena iklannya sering muncul di tipi-tipi.
Mi instan memang memiliki keunggulan seperti julukan yang disematkan kepadanya: instan. Cukup membelinya di warung samping rumah, kemudian masak dengan air panas, dan tak sampai beberapa menit, mi instan sudah bisa dikonsumsi. Makanya makanan ini begitu populer karena sungguh, kita tak perlu repot meracik bumbu.
Mi instan dapat dikombinasikan dengan berbagai makanan lainnya. Dicampur bakso enak, dicampur sosis lezat,di campur bakwan pun nikmat. Bahkan tidak dicampur apa-apa pun tetap mampu mengoyang lidah.
Mi instan dapat dikomsumsi kapan saja dan di mana saja. Pagi, siang, sore, maupun malam, terserah. Di rumah, di sekolah, di kampus, ataupun di kosan teman, juga terserah. Saya terkadang mengonsumsinya tengah malam. Itu adalah ajaran andaeng (bapak) saya waktu SMA. Tapi sejak itu, saya jadi tahu, tengah malam adalah waktu ternikmat mengonsumsi mi instan (yang berkuah tapi yah, kalau yang goreng, saya belum tahu).
Sejak SD, saya pun sering mengonsumsi mi instan di kantin-kantin sekolah. Tapi karena itu juga, akhirnya menyisakan tanda tanya di kepala saya: kenapa mi instan selalu lebih nikmat disantap di kantin sekolah ketimbang masak sendiri di rumah? Sungguh pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya.
Selain itu, mi instan dapat menjelma ke berbagai jenis makanan. Kalau ada nasi tapi tak ada lauk, mi instan bisa jadi lauk. Kalau ada nasi, ada lauk, tapi tak ada sayur, mi instan pun bisa jadi sayur. Bahkan ia bisa jadi camilan. Tidak dimasak. Saya menyebutnya dimakan mentah, dan sungguh rasanya kriuk-kriuk pedas gimana gitu.
Sayangnya, mi instan menyimpan bahaya bagi kesehatan. Sudah banyak artikel-artikel yang mengulas masalah ini. Misalnya saja disehat.com, yang menjelaskan bahaya keseringan mengonsumsi mi instan, yakni dapat menyebabkan kanker, usus bocor, menghambat penyerapan nutrisi, dan menganggu metabolisme tubuh. Dari artikel yang dimuat rubrikita.com, juga menjelaskan bahwa salah satu bahaya yang ada dalam mi instan adalah adanya lapisan lilin yang membuat mi itu tidak lengket dan menggumpal. Lilin inilah yang sulit diolah oleh tubuh. Setidaknya membutuhkan waktu 3 hari agar tubuh mampu mencerna dan membuangnya. Selain itu, kandungan Monosodium Glutamat (MSG) yang ada pada bumbu mi instan, juga sangat berbahaya. Kandungan lilin dan MSG inilah yang disinyalir dapat memicu timbulnya kanker. So, jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan gaess. Bahaya ternyata.
Tapi apa mau dikata, pada kondisi-kondisi tertentu, mi instan tetap menjadi opsi teratas. Jika sedang buru-buru misalnya, ya mau tidak mau makan mi instan. Atau untuk menghemat pegeluaran, ya mau tidak mau makan mi instan lagi.
Sebagai mahasiswa yang setara dengan anak kos, kondisi kedua paling sering saya alami. Dan memang betul, mi instan dapat menjadi penyelamat pada kondisi-kondisi seperti itu. Bahkan seorang pembicara pada sebuah seminar pernah mengaitkan mi instan terhadap mahasiswa yang keadaan dompetnya sendang menipis itu. Ia dengan lantang berkata: pagi makan Indomie, malamnya minum Promag. Sindiran yang sukses memecah tawa peserta dan sukses juga memyisakan tanya di kepala saya lagi: apa betul ada mahasiswa yang melakukan hal semacam itu? Entahlah. Tapi mengingat perkataan itu, saya selalu senyum-senyum sendiri.wkwkwkwkk

Lulus Kuliah di Waktu yang Tepat atau Tepat waktu? | Catatan Mahasiswa Pertanian


Banyak kemudian mahasiswa yang ingin lulus atau selesai dengan cepat. mereka tak ingin lama bergelut dengan yang namanya SKRIPSI, mereka mau buru-buru menginjakkan kaki di jenjang hidup selanjutnya. Namun, realitasnya orang yang lulus dengan tepat waktu akan sangat berbeda dengan orang yang lulus pada waktu yang tepat, mengapa saya mengatakan demikian? karena tidak lulus tepat waktu justru akan mengantarmu untuk membawa segudang manfaat baik serta pengalaman yang mengesankan untukmu.

Percayalah, kamu akan mendapatkan lebih banyak pengalaman yang sangat berharga daripada mahasiswa yang buru-buru untuk menyandang gelar sarjana, coba kalian pikirkan sendiri. Nah, untuk itu melalui tulisan ini saya telah merangkum berbagai fakta dan realitas yang terjadi berdasarkan apa yang saya alami dan hasil survei dari beberapa mahasiswa yang tidak cepat selesai namun merasakan manfaatnya begitu besar.

Mendapatkan gelar sarjana dalam waktu yang lama membuat pengalaman yang kamu dapat lebih banyak daripada mereka yang lulus cepat.

Berstatus sebagai mahasiswa lebih lama daripada mereka yang selesai cepat tentu akan membuatmu mempunyai banyak pengalaman. tidak terburu-buru terjun ke dunia kerja atau buru-buru untuk berkeluarga, kamu justru mampu menikmati masa kuliah dengan maksimal. kamu akan memiliki banyak pengalaman yang berharga sebagai mahasiswa dan seorang anak perantauan yang nantinya mampu dikenang dan diceritakan kepada anak maupun cucu kelak.

Tidak cepat lulus justru akan membuatmu lebih MATANG

Memang keuntungan dari lulus dengan tepat waktu adalah dapat menghemat biaya, umur, waktu dan tenaga. Akan tetapi, tidak lulus tepat waktu juga mempunyai hal baik yang bisa kamu dapat. kamu justru bisa menggarap skripsi secara lebih sungguh-sungguh dan tidak diburu oleh waktu karena target lulus cepat. selain daripada itu, ilmu yang kamu dapatkan dibangku perkuliahan juga mampu diserap secara matang dikarenakan kamu lebih mementingkan proses dibanding hasil yaitu cepatnya lulus atau dengan kata lain 'yang penting lulus'.

Kesibukan di luar perkuliahan yang menyita waktumu justru akan membuatmu mendapat banyak hubungan ( jaringan ) di luar sana.

Salah satu alasan yang membuat kamu tidak bisa selesai tepat waktu adalah karena banyaknya kesibukan diluar dari aktivitas kuliah. Akan tetapi, sebenarnya hal ini mampu membawakan segudang manfaat baik untuk kamu. Dengan mempunyai banyak aktivitas di luar kampus, maka kamu pasti punya banyak link. siapa yang tahu pekerjaanmu di masa yang akan datang bersumber dari salah satu link ( jaringan ) kamu.

Prestasi mungkin bukanlah hal yang utama untukmu, tapi kamu justru mampu melihat hal yang lebih penting lainnya.

Mungkin prestasi bukan hal utama bagimu karena kamu tak memiliki target untuk lulus cepat. Akan tetapi, hal ini akan membuatmu peka terhadap hal yang lebih penting lainnya. kamu bisa melihat betapa pentingnya arti dari persahabatan, dan realitas kehidupan di luar kampus yang bisa kamu temukan.

Ketika SKRIPSI, masalah yang datang akan kamu jadikan sebagai proses pendewasaan dikemudian hari.

Ada banyak hal yang mampu memicu mahasiswa tidak lulus tepat waktu. Entah itu sulitnya skripsi, permasalahan ekonomi, atau bahkan dosen pembimbing yang tidak cocok. Akan tetapi, sebenarnya semua ini bisa jadi proses pendewasaanmu. Nantinya dikemudian hari kamu akan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja yang bahkan lebih keras dibanding ketika kamu masih kuliah.

Perjuangan untuk menyandang gelar sarjana akan lebih terasa dan terbayar lunas pada waktunya.
Tidak mempunyai target untuk lulus cepat akan membuat studimu berjalan mengalir apa adanya. Akan tetapi, perjuanganmu ketika mengerjakan skripsi dan menyandang gelar sarjana akan lebih terasa. ketika lulus nanti kamu benar-benar merasa puas karena banyaknya pengalaman yang didapat selama kuliah serta ilmu yang matang.

Ketika lulus nanti, kamu tidak akan kebingungan harus bagaimana selanjutnya karena semua sudah terpikirkan matang-matang dikepala.

Seringkali mereka yang ingin lulus tepat waktu belum mempunyai rencana atau bahkan belum terpikirkan untuk langkah selanjutnya. Pasalnya, mereka hanya fokus kepada skripsi dan terpengaruh oleh status sarjana. Hal ini akan membuat mereka lupa untuk memikirkan rencana selanjutnya. Berbeda dengan mereka yang tidak ingin lulus cepat, mereka justru mampu memiliki rencana yang matang setelah lulus nantinya.

Banyak yang lulus cepat tapi tidak tau mau kemana?

Faktanya, ini yang banyak terjadi dikalangan mahasiswa, terutama yang lulus cepat. mereka setelah lulus kebingungan mau kemana dan pada akhirnya menyandang status pengangguran. Semua itu dikarenakan pada saat jadi mahasiswa mereka diburu waktu untuk cepat-cepat sarjana tanpa memikirkan hal apa yang akan mereka lakukan kedepannya. Karena tergesa-gesa akhirnya skripsi pun menjadi fokus utama dan rencana selanjutnya dilupakan.

Janganlah terburu-buru untuk wisuda, nikmati saja proses selama kamu menjadi mahasiswa. Jangan terperangkap dengan jebakan 'SARJANA' yang seolah olah mengendalikan dirimu untuk cepat-cepat mendapatkannya sehingga kamu lupa untuk bagaimana rencana selanjutnya.

karena serunya kuliah itu tidak terulang dua kali....

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...