Monday, May 29, 2017

WARISAN Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa

Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.
Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.
Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.
Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita.
Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.
Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.
Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.
Ternyata, teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya.
Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.
Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.
Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya.
Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman". Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan.
Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.
Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya".
Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?
Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?
Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan?
Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.
Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.
Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain.
Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.
Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial.
Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan.
Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.

Sunday, May 28, 2017

A letter to my mom

Sebuah surat untuk ibu...
 Halo ibu,
 Aku ingin kau tahu bahwa aku benar-benar besyukur memiliki ibu seperti mu, dan aku ingin mengatakan ini untuk mu. Tapi aku tidak mampu untuk mengatakannya padamu, bahwa aku benar-benar berterimakasih padam.
 karena telah melahirkan ku, telah peduli padaku, mengajarkan ku banyak hal, selalu sabar dan menyemangati ku! Aku benar-benar ingin mengatakan ini, karena aku selalu membuat mu khawatir, marah, dan menangis, Ibu. Aku benar-benar menyesal atas segala yang telah kuperbuat, terkadang tanpa kusadar aku berteriak dan memaki mu, Ibu. Tolong Maafkan aku, Ibu.
 Ibu, Aku tahu semua yang kau lakukan untukku, hanya ingin agar aku menjadi orang yang baik! Ibu, Jika aku Membuat mu tidak nyaman, tolong katakan! Karena aku akan mencoba mengubah nya dan membuat mu merasa nyaman. Ibu, Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat bangga memiliki ibu seperti mu dan aku sangat mencintaimu. Terakhir tapi bukan yang terkahir, aku hanya ingin kan melalukannya satu hal lagi!. Jika aku tidak bisa menjadi salah satu kebanggaanmu, Aku harap kau tidak keberatan. Tolong percaya pada semua yang ku lakukan dan tolong dukung aku! Berjanjilah padaku ibu bahwa kau tidak akan pernah berhenti mempercayaiku dan mendukungku, Teruuusss percaya dan mempercayaiku.
Aku tidak akan keberatan jika tidak ada seorang pun yang tidak mempercayaiku lagi tapi aku tidak ingin kau berhenti untuk mempercayaiku! Karena hanya engkau inspirasiku dan hanya kau yang bisa membuat ku tetap tegar, selama engkau berada disisiku. Ibu, Jika aku melakukan kesalahan yang membuat hati mu bersedih, Tolong percaya padaku bahwa aku tidak bermaksud demikian.
 Ibu, Kepercayaan mu adalah yang paling penting bagiku. Ibu, Kepercayaan mu yang mendukungku untuk melakukan yang terbaik dalam hidupku. Ibu, Tolong lah tetap berada disisi ku selamanya.

 Terimakasih Ibu...

 Putra mu...

Monday, May 15, 2017

Motifasi Buat Kamu Wahai Pejuang SBMPTN

[MOTIVASI SBMPTN]
“Apapun yang akan terjadi, saya telah melakukan yang terbaik, dan saya ikhlas apapun hasilnya."
Wahai para pejuang SBMPTN, kalau ada diantara kalian yang tidak suka dengan postingan ini, sesungguhnya orang tersebut mengingkari kenyataan. Because I’m telling you the truth.
Saya mendapat postingan [MOTIVASI SBMPTN] ini dari Line masuk ugm. Dan karena saya tertarik dengan postingan ini, akhirnya saya memutuskan untuk mengetik ulang dan membagikan nya untuk kalian wahai Pejuang SBMPTN.
Jadi yang mengetik ulang postingan ini sebut saja saya, dan pembuat artikel [MOTIVASI SBMPTN], tapi ini bukan acara kayak penjual borax itu ya,hanya saja maksud saya biar tidak beledru.Hehe
Warning! : Kalau takut semangatnya turun, lebih baik tidak usah dibaca. Karena, kenyataan memanglah pahit.
Dipostingan ini admin pingin menyampaikan beberapa poin, nanti di akhir akan ditutup dengan tips yah
1.    Bagaimanapun, peluang diterima SBMPTN itu kecil sekali.
Dengan mengambil sample sebuah jurusan tidak terkenal di universitas yang tidak terkenal pula (tidak disebutkan), perbandingan antara pendaftar dan kuota adalah 1035:27. Dengan kata lain, peluang diterima hanya 2,6%. Dua koma enam, bung. Itu baru di jurusan tidak terkenal di universitas yang tidak terkenal.
Sekarang, kalian daftar dimana ? Kedokteran ? Teknik ? UGM ? ITB ? UI?
Ouch.
2.    Tidak ada yang menjamin seseorang pasti diterima.
Sepintar apapun peserta, tidak ada yang menjamin dia akan diterima. Sepintar apapun, sejenius apapun. Sebaliknya, sebodoh apapun peserta, tidak ada yang menjamin dia ditolak. Jadi, jangan langsung pede/jemawa disaat kalian berhasil mengerjakan soal dengan lancar dan sukses.
Jatuh dari lantai 100 lebih sakit daripada jatuh dari lantai 1.
Trust me.
3.    Terkadang, hasil SBMPTN diluar perkiraan.
Ini masih berkaitan dengan nomor 2. Jangan heran kalau setelah pengumuman SBMPTN banyak komentar seperti ini:
“Aku udah belajar rajin banget tapi gak diterima”
“Aku udah bimbingan dari setelah UN, tapi gak diterima”
“Dia kan pinter banget, kok gak diterima sih ?”
“Hah? Aku kok diterima? Kok bisa? Wkwkwkw.”
‘Dia lebih pintar dari aku. Aku diterima,dia enggak.”
Itu semua hal yang biasa terjadi. Saya sendiri, ikut SBMPTN sekali,tapi menunjukan hasil yang tidak makes sense..
saat saya SBMPTN , sungguh demi apapun, saya benar-benar belajar mempersiapkan tes. Bahkan melebihi belajar untuk UN. Mengerjakan soal pun lancar-lancar saja walau memang sulit. Namun berujung pahit. Ada dua kemungkinan: kurang belajar, atau hanya sial.Namun saya berujungkuliah di universitas yang sangat terkenal di jurusan yang sangat terkenal pula,yaitu universitas methodist indonesia. hehee..

4.    SBMPTN itu ajang pembuktian.
Siapapun yang berhasil diterima di SBMPTN, kalian adalah orang hebat. Entah itu hebat karena memang pintar atau hebat karena beruntung. Pokoknya hebat.
Nanti kalau sudah kuliah, akan terlihat mana anak yang diterima karena beruntung, dan anak yang diterima karena pintar. If you know what I mean.
Okay. How ?
Dengan semua kenyataan pahit tersebut, nggak mungkin kan kalian batalin tes buat besok. Nggak mungkin dan gak boleh. Maka dari itu, admin kemudian kasih tips (semoga tidak sesat) katanya, haha . tips ini admin laksanakan di SBMPTN pertama (walaupun gagal) katanya.
1.    Tidur cepat,bangun subuh,sarapan. Jangan kotori pagi hari tes kalian dengan buka-buka buku. Sudah percuma, nggak akan bisa masuk lagi. Tutup semua buku kalian itu, tenangkan diri,berdoa.
2.    Datang pagi-pagi. Maksimal 30 menit sebelum tes. Niscaya hati kalian dalam keadaan tenang. Oiya, jangan lupa cari ruangan ujian sehari sebelumnya.
3.    Jangan lupa bawa air putih. Fresh water adalah senjata ampuh buat menghilangkan segala gundah gulana. Jangan lupa bawa roti atau apapun yagng lumayan mengenyangkan (tapi dilihat tanggal expirednya) hehe. Bisa dimakan saat break. Sama susu UHT juga boleh.
4.    Tips saat mengerjakan tes,silahkan kalian baca ditempat lain yang lebih paham mengenai teknis SBMPTN. Dimana kalian harus cepat,dimana skornya tinggi,dll. Karena teknisnya berubah setiap tahun. saya tidak berani memberi tips, takut sesat katanya.
5.    saya  heran dengan orang yang suka membahas soal yang barusan mereka kerjakan begitu keluar dari ruangan.
“Eh yang mekanika fluida tadi jawaban elu apa ? C atau D?”
“Rumus menghitung peluang itu ini kan?”
“Jawaban elu yang bahasa inggris no 5 tadi apa?”
“Yaaah kayaknya gue salah deh. Harusnya ini jawabannya.”
“Yess jawaban kita sama. Berarti bener.”
Guys, itu adalah kelakuan yang sangat konyol. saya tidak menjelaskan alasannya kenapa itu sangat tidak penting untuk dilakukan.
Sekeluarnya dari ruangan, kemudian pulanglah kerumah/kos,bersantailah seharian karena kalian telah melakukan perjuangan yang sangat besar. Bersihkan fikiran dengan nonton film, atau ngegame, atau tidur juga boleh.apapun yang sudah kalian kerjakan tadi,itu adalah usaha terbaik kalian. Just let it go, don’t ever think about it. Serahkan pada yang memberi keputusan.
6.    Ini yang paling penting. Paling peenting ! :D
Jangan dibutakan ambisi.
Tumbuhkan semangat setinggi-tingginya,belajar sebanyak-banyaknya,gantungkan impian setinggi-tingginya,tapi...
...setidaknya sediakan tempat dalam hati kalian,sedikit,sedikit saja,isilah bagian itu dengan:
“Apapun yang akan terjadi,saya telah melakukan yang terbaik, dan saya ikhlas apapun hasilnya.”
Jangan terbakar ambisi.
Kalau kalian dibutakan oleh ambisi yang menjadi-jadi,optimisme yang tidak dikira-kira,perasaan yakin diterima yang tidak dijaga, dan ternyata kenyataan berkata lain...
Percayalah,sakitnya gak main-main.
Sakitnya gak main-main.. hahaa..
(cukuplah saya dan beberapa orang saja yang merasakan. Kalian jangan sampai merasakan hal demikian) wkwkwkkk....
Diakhir kata saya tidak akan bilang “semangat ya”,”sukses ya”, atau apapun. saya hanya mau bilang,
Good luck. God bless you. ;)

                                      -GIDION SAHAT P -
             Fakultas Pertanian,Universitas Methodist Indonesia
                                  Angkatan/Stambuk 2016

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...