Sunday, April 29, 2018

Pantaskah Diriku Mencintainya? Atau pantaskah Dirinya Mencintaiku??




https://1.bp.blogspot.com/-zQIvoBxtVag/Wei7gelOiRI/AAAAAAAAA34/ndSLE-jlo2YpmROOyplC5eK3WB3-U9VwwCLcBGAs/s1600/Screenshot-2017-10-19%2BKomentar.png

Berhenti mencari orang yang sempurnah tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yang pantas dicintai.!! 👌
because god knows what is best for his servant


Cinta itu sesuatu yang ambigu, teman.
Kamu memilih berhenti mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai disatu sisi, dan kamu memilih belajar untuk mempersiapkan diri menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai disisi lain.
Jika semua spesies homo-sapiens di bumi datar memegang prinsip yang sama denganmu maka kamu, aku, bahkan kita semua tidak akan pernah menemukannya sesuai dengan apa yang kamu ekspetasikan dari bentuk kekecewaanmu sendiri.
 
Cinta itu universal, cinta itu membangun, segala apapun yang berkembang dalam diri kita adalah bentuk cinta. Cinta itu bukan kesempurnaan, tidak ada sesuatu yang sempurna dan tidak ada sesuatu yang sepenuhnya tidak sempurna, sebenarnya disini ada paradox. Kesempurnaan itu hanyalah ilusi dalam pikiran kita, bagaimana pun juga seseorang atau bahkan hewan sekalipun memiliki dikotomi, dua sisi yang berbeda dalam satu koin. Disatu sisi memiliki kelebihan dan disisi lainnya memiliki kekurangan. Kalau saya mengkonsepkan kesempurnaan (abstrak) dalam pikiran saya sendiri dengan adanya kelebihan dan kekurangan dari esensi orang yang saya rasa cintai, dengan kata lain saya merasa ada kontak emosional dengan orang yang saya cintai selama ini.
Oke, lanjut. . . Sepertinya saya juga sedang mengalami polemik dalam diri saya sendiri, maka dari itu saya sangat bernafsu untuk mengomentari status ini wk wk wk, hustttt bernafsu bukan berarti nafsu itu ya :v , anggap saja hasrat saya  punya selera makan yang sama dengan seleramu.
 
 
Kepantasan? Kita mempersiapkan diri untuk pantas dicintai, bagaimana bisa kita merasa pantas dicintai oleh diri yang lain sementara diri kita sendiri belum bisa mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, hidup ini dinamis, teman. Kepantasan hanya menuntut nilai, iya nilai, kita menilai kepantasan itu hanya menggunakan satu persepsi saja, dengan kata lain kepantasan itu hanya untuk kepentingan diri kita snediri.  Tapi bagaimanapun juga, kepantasan itu hanyalah menuntut diri untuk tidak menerima realitas  apa adanya, kepantasan hanyalah bentuk kekecewaan diri kita terhadap diri yang lain atas harapan yang telah kita rencanakan dimasa lalu,
 berhentilah untuk pantas atau tidak pantas untuk dicintai ataupun mencintai, karena kepantasan itu hanyalah kekecewaan dan penyesalan.
 
 
 Jika Tuhan itu mahatahu, maka Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Dan Tuhan tahu apa yang terburuk bagi hamba-Nya.
Jika Tuhan itu mahakuasa, maka Tuhan mampu mengubah kacamata-Nya dengan para hamba-Nya.

Sebenarnya, Tuhan yang mahatahu dari keinginan Anda adalah diri Anda sendiri, karena hanya Anda yang benar-benar tahu apa yang Anda inginkan. Tidak ada diri lain yang tahu lebih baik dari apa yang Anda ketahui dalam keinginan Anda. Dan jika ada diri lain yang menanyakan keinginan Anda maka Anda juga tahu bahwa Anda tidak dapat sepenuhnya memberitahunya.
 
 
 

Sunday, April 22, 2018

Manusia Itu Mahluk Cahaya

Sebagai manusia..siapa sih yang tidak pernah diberikan cobaan dan ujian? Baik dalam bentuk kebahagiaan, kesedihan, kepedihan, atau apapun itu wujudnya. Di saat cobaan demi cobaan menyapa, di kala ujian demi ujian menghampiri kadang dunia terasa begitu gelap. Cahaya mungkin terlihat di ujung sana. Sementara terowongan gelap nan panjang membentang, tanpa kita tahu di mana sebenarnya ujung dari terowongan ini. Saat itulah kita mengalami amnesia sesaat bahwa kita, manusia, adalah makhluk cahaya. Beserta sifat-sifat keilahian yang terbungkus wujud jasmaniah. Dan semua jawaban segala permasalahan telah diberikan-Nya, asalkan kita cukup mau merendahkan diri (ego) kita di hadapan-Nya, atau bahkan meniadakan segala keangkuhan dan sifat "sok tahu" kita dan "tersungkur" serta terpekur di kaki-Nya. Ujian berat yang menghampiri memang terkadang meredupkan cahaya kita, namun cahaya itu tidak pernah hilang. Tetap di sini. Karena sifat asali manusia adalah sifat-sfat ilahiah yang membuat cahaya itu tak kan pernah padam. Di saat kita terjatuh begitu dalam, saat itulah Tuhan memberikan kita jeda. Memberikan kita waktu. Memberikan cahayaNya. Dan apabila kita cukup rendah hati untuk mengikhlaskan semua "kekuatan" kita yang sungguh (saat itu) tinggal setipis lapisan es yang hendak mencair, maka kekuatan besar Ilahiah akan menghadir. Tepat di pelupuk mata kita. Dan pada akhirnya, hidup ini bukan antara saya dan mereka. atau antara saya dengan ego saya. Melainkan antara saya dengan Tuhan. Maka, saat kita jatuh, menolehlah ke sumber kekuatan terbesar yang ada. Sang Pemilik hidup. Sang Pencipta Semesta. Tuhan. Suara-suara sumbang pasti ada. Tapi toh seperti yang saya katakan tadi, pada akhirnya hidup ini bukan antara Anda dengan mereka. Bukan pula antara Anda dengan ego Anda. Melainkan antara Anda dengan Sang Pencipta. Kuatlah, Saya Bisa. Andapun Pasti Bisa. Dan Ingatlah, cahaya Anda hanya meredup, tapi tidak pernah menghilang ataupun sirna.

Monday, March 19, 2018

Ketetapan Terindah

Ada masa aku ingin mencoba semua hal, menginginkan apa yang dimiliki orang lain dan rasa ingin tahu akan hal itu begitu membuncah. Namun mengapa hanya kesenangan yang sebenarnya itu tidak baik yang ingin aku ketahui dan aku lakukan?

Tentu itu karena mereka tertawa saat menjalankan nya.
Hal yang aku rasakan. Entah mengapa apa yang dimiliki orang lain terlihat dan terasa begitu indah.
Mungkin karena aku belum memilikinya, jadilah terasa seperti itu. Keinginan yang membuncah yang mungkin hanya menimbulkan kesenangan terasa begitu didambakan,selalu merasa puas setelah mendapatkan nya bahkan walau dibilang tidak penting,sesuatu yang sia sia.
Apakah aku termasuk orang yang tidak berfikir?

Rupanya selama ini aku telah tersesat. Bukan karena tak tau harus kemana,melainkan karena tidak tau saat ini sedang berada dimana. Hanya berada disini, tentang indahnya dunia yang tak kekal adanya. Hanya permainan yang akan menuju siapa pemenangnya...

Aku tersenyum sinis membaxa kalimat ini. Seperti inilah aku saat ini. Tersesat bukan karena tidak tau arah, namun karena tak tau berada dimana. Dan terus berperan memainkan permainan yang hanya akan menuju siapa pemenangnya. Berlomba mencapai keindahan dunia yang pasti tak kekal, memuaskan hasrat dan gila akan pujian,bwrlomba memamerkan apa yang dimiliki.
Seperti itu yang kulakukan saat ini, ini sungguh memuakkan bukan??
.
Menjadi diri sendiri jauh lebih penting dibanding menjadi apa yang orang lain pikirkan. Ketika langkah mu berbeda dengannya, jangan kau langsung putar arah langkahmu. Penyakit kita adalah satu,kita sering kali tidak menghargai diri sendiri, ingin dan ingin selalu kita ucapkan seolah saat ini kita hanyalah dedaunan kering. Bukan apa apa dan sulit menjadi apa apa.

Menilai orang lain lebih mudah dari pada menilai diri sendiri. Kita tau apa yang baik untuk orang lain, tapi terkadang kita buta apa yang terbaik untuk ku.
Untuk itulah kita butuh seseorang untuk mengingatkan kita. Sering sekali aku menjadi diri yang dipikirkan orang lain, selalu ingin terlihat baik dan sempurna didepan orang lain, bukankah aku terlalu tajam pada diriku? Tak menjadi diri sendiri, tapi selalu berusaha menjadi yang diinginkan orang lain. Sulit, ya! Karena akupun tau seperti apa diriku sebenarnya.

Ketika ketidaksamaan jalan dengan orang lain menbuat aku ingin memutar langkah dan menyamakan lagi agar tidak berbeda.
Berjalan sendiri dijalan yang berbeda membuat kita merasa kecil dan ingin menyamakan jalan dengan lainnya. Karena takut akan kekecewaan dan takut akan kesendirian. Benar atau salah tidak diperdulikan asal tidak berjalan sendiri dijalan yang berbeda.

Ingin dan selalu ingin menjadi sesuatu yang hebat seolah kita bukan apa apa pasti pernah kita rasa, sulit rasanya merasa puas dan menghargai diri sendiri.
Tapi bukankah dengan menghargai diri sendiri merupakan suatu awal untuk mencapai kehebatan yang lainnya?

Hargai lah dirimu sendiri bila ingin dihargai orang lain. Jangan pernah menganggap kamu hanya dedaun kering atau remahan cookies yang tidak ada arti apa apa. Waktu akan tetap berjalan meski kita meminta untuk menunggu.sebap waktu adalah penghambat atau pemberi lukamu. Itu semua tergantung dari pemeliharaanmu akannya. Waktu tak akan pernah menunggu kita untuk memulai sesuatu untuk bisa berubah, ia akan berjalan sebagaimana mestinya, dan kitapun akan tertinggal jauh dari nya. Semakin lama menunda semakin jauh waktu yang berlalu dan nanti sampailah kita dititik dimana sesal menghampiri.

Monday, February 26, 2018

Ketika yang bahagia sedang bersedih dan yang sedih sedang bahagia






      Foto Herwin Ariwin.

       
       




Dibalik semua kebahagiaan, selalu ada kesedihan yang redup sementara waktu. Begitu pula kesedihan, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang redup sementara waktu. Dan menikmati kehidupan dengan berbagai dunia yang berbeda dipenuhi kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan yang berlarut-larut akan membawa diriku mengalami penderitaan.

Kebahagiaan yang berlarut-larut juga akan membawa diriku mengalami penderitaan. Dan satu-satunya solusi atas itu semua adalah membiarkan kebahagiaan dan kesedihan itu datang dan pergi tanpa harus meminta diriku untuk siap menerima atau menolaknya, karena ia yang datang sendiri bisa pulang ke asalnya tanpa harus diusir. Sehingga diriku merefleksikan kebahagiaan dan kesedihan bahwa tidak ada yang menetap dalam perasaan emosional itu, tatkala mereka berubah karena faktor dari luar diriku.
Bentuk emosional apapun yang melatar belakangi kebahagiaan dan kesedihan hanyalah totalitas relasi realitas diriku dengan dunia yang berada diluar diriku.

Diriku menyadari akan hadirnya emosi itu, sehingga aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dari dalam diriku yang harus aku terima keberadaannya selama ini walaupun terkadang membelenggu dan menyiksa diriku sendiri.

Dari kesadaran itulah diriku menyadari akan keberadaan yang lain diluar diriku sekaligus diri yang lain didalam diriku, dan satu-satunya cara yang perlu aku dan diriku lakukan adalah aku melatih diriku atas afeksivitas dari stimulus eksternal, dengan begitu aku terbiasa untuk mengontrol segala bentuk emosional dari diriku.

"Sesungguhnya seorang diri diantara diri yang lain dengan kompleksitas emosionalnya dalam menjalani kehidupan dengan dunianya masing-masing memiliki otoritas tunggal, bahwa diri sendirilah yang sepenuhnya mengontrol segala bentuk emosional yang bisa muncul ke permukaan dan relasi diri dengan diri yang lain adalah kekuasaan atas otoritas yang berorientasi pada emosional yang otoriter, sehingga akan ada siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Dan itulah kodrat dalam diri masing-masing individu, jika ia mengetahui apa yang ditahuinya tentang emosional.


Saturday, January 27, 2018

AKU TAHU BAHWA AKU TIDAK TAHU TENTANG KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

                          



                     Foto Gidion Chester. 

Orang yang masih hidup terlalu ambisius untuk tahu segala hal tentang kematian sampai ia dibunuh karena ingin tahu apa yang ada dalam kematian, sementara orang yang sudah mati tidak pernah memberitahu segala hal tentang kematiannya kepada orang yang masih hidup.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang yang masih hidup untuk menuju kematian, tapi orang yang sudah mati tidak punya satu pun cara untuk bangkit dari kematiannya.
Ada banyak hal kemungkinan yang bisa membuat orang yang masih hidup untuk bertahan hidup, tapi orang yang sudah mati tidak memiliki satu pun kemungkinan untuk kembali hidup.
Orang yang pernah hidup memberikan tanda - tanda atau simbol saat ia menjalani kehidupannya agar orang-orang yang ada disini dan saat ini tahu akan eksistensi mereka yang pernah hidup. Namun orang yang sudah mati tidak pernah memberikan satu pun tanda dan simbol tentang kematiannya hingga saat ini.

Ada sesuatu hal misterius bagi orang yang masih hidup saat ini, yaitu kematian. Bukan kematian yang menimbulkan teka-teki bagi mereka, kehidupan setelah kematianlah yang menjadi tanda tanya besar bagi mereka yang memiliki ego untuk terus hidup.
Semua yang hidup pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu hidup.
Semua yang mati pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu mati.
Semua yang hidup pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya hidup.
Semua yang mati juga pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya mati.
Antara ada dan tiada itu dua hal yang berbeda, "ada" yang ada tanpa diciptakan oleh manusia, "ada" yang ada diciptakan oleh manusia.

Apa yang sungguh ada? Sederhananya ada itu ada sedang tidak ada itu tidak ada. Namun homo sapiens itu memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan hewan lainnya yang ada atau hewan yang pernah ada sebelum manusia ada di bumi bulat ini.
Homo sapiens memiliki pikiran (akal budi) yang mampu menciptakan banyak hal seperti; bahasa, teknologi, nilai, negara, komunitas, budaya, agama, dewa dsb. Inilah yang membuat homo-sapiens saat ini menjadi sang penguasa diantara hewan-hewan lainnya, ia mampu mengalahkan hewan buas lainnya hanya dengan pengetahuannya yang selama ini hingga saat ini masih melakukan penelitian tentang segala yang ada disekitarnya , mereka melakukan hal itu semua untuk kemajuan homo-sapiens, jikalaupun ia mengatakan bahwa ia melakukan ini semua demi alam ini, ketahuilah bahwa yang ia lakukan itu semata-mata bukan karena alam ini, tapi kepentingannya sendiri untuk terus bertahan hidup.

Homo-sapiens tidak hanya menciptakan sesuatu yang konkrit, selain itu homo-sapiens juga mampu menciptakan sesuatu yang abstrak. "Ada" itu tidak harus "ada" dalam bentuk fisik atau sederhananya ada itu bisa di inderawi. Memang seperti itu, namun ada yang ada dalam pikiran manusia itu memiliki makna, katakanlah bahwa bahasa tanpa pengalaman itu merupakan kekeringan tanpa makna.

Bagaimana kalau ada kehidupan setelah kematian? Bukankah hal ini merupakan sesuatu hal yang berada diluar pengalaman manusia, dari sekian abad lamanya homo-sapiens mencari tahu apakah kehidupan setelah kematian itu sungguh ada, sebenarnya bukan kehidupan setelah kematian yang ingin ia ketahui tetapi konsep surga dan neraka lah yang ingin mereka ketahui, sebab keadilan yang ingin mereka dapatkan setelah mereka mati atas apa yang telah mereka lakukan selama ia menjalani kehidupan. Namun dari sejarah homo-sapiens hingga sekarang tidak pernah ada yang mampu memberikan dan menerapkan keadilan bagi semua homo-sapiens karena keadilan bagi semua homo-sapiens itu hanyalah harapan semata yang selama ini terus diperjuangkan -- termasuk diri saya sendiri -- kepada diri saya sendiri apalagi kepada diri yang lain.

Namun apakah kehidupan setelah kematian itu ada? Inilah pertanyaan mendasar untuk tahu terlebih dahulu kehidupan setelah kematian kemudian menuju kepertanyaan berikutnya, apakah keadilan setelah kehidupan itu adil bagi dirinya sendiri ataukah timbangan keadilan itu sama sekali tidak merata bagi segala homo-sapiens? .

Disini dan saat ini saya pernah ditawarkan banyak konsep keadilan (hukuman dan hadiah) setelah kematian dari teman-teman sekitar, mereka menawarkannya dalam satu paket, dalam satu paket ini terdapat banyak hal didalamnya yang hampir menyerupai namun tak sama, dan bukan hanya keadilan (hukuman dan hadiah) yang mereka tawarkan kepada saya. Segala dimensi aspek kehidupan ditawarkannya kepada saya, namun untuk sementara saya menolaknya tanpa mengatakan bahwa apa yang ditawarkannya itu berada dalam penilaian benar-salah / baik-buruk. Saya bisa saya menerimanya tanpa harus menjadi bagian dari apa yang mereka tawarkan, saya punya nilai bagi diri saya sendiri. Jika hanya untuk berbuat baik harus menggunakan label maka hal itu menurut tentu tidak netral, karena menggeneralisasikan suatu label itu merupakan bagian dari kesesatan berpikir yang bisa memicu terjadinya konflik antar label.

Dari sekian banyak tawaran yang saya dapatkan semakin membuat saya melihatnya sebagai sebuah produk, produk itu untuk saya gunakan, produk itu harus sebagaimana adanya sesuai dengan apa yang saya butuhkan dan tidak membuat diri saya terpisah dari diri yang lain karena hanya mengomsumsi produk itu, sehingga saya tidak mendewakan sebuah produk diantara produk lainnya, karena produknya sama saja tapi yang membedakan hanya merek yang ia gunakan pada produk tersebut. Segala yang diciptakan homo-sapiens itu tentu merupakan bagian dari homo-sapiens, dengan kata lain sebuah produk itu untuk homo-sapiens bukan homo-sapiens untuk sebuah produk.
Oh iya, sales sebuah produk bermerk internasional sekarang menggunakan teknik marketing yang menjanjikan kemajuan produk agar terus tetap exist laris di pasaran walaupun produk itu sama sekali bukan kebutuhan pasar. Mereka hanya perlu mengancam calon konsumer agar mereka membelinya karena ketakutan. Ada yang mau coba? hahahahahaha... :D

Tuesday, January 16, 2018

Alasan Saya Menjadi Seorang Pemuja Bokong Kuali | B-O-K-O-N-G-K-U-A-L-I

                                               Hasil gambar untuk bokong kuali
Pertama-tama, izinkan saya untuk meminta kalian tenang dan tidak langsung memaki. Ini murni dari dalam hati saya, sungguh saya sudah muak dengan segala dinamika kehidupan di dunia. Masyarakat intoleran yang menyembunyikannya dalam bumbu-bumbu intelektual ataupun masyarakat intoleran yang memang barbarik dan tidak menyembunyikannya. Terang-terangan di tunjukkan, jadi teror atau jadi tontonan menggelikan.

Pada mulanya, saya tertarik menjadi seorang Atheis. Tapi jadi Atheis menurut hemat saya, apa faedahnya? Saya tahu persis sejak Galilleo dipenjara, agama sudah kehilangan tempat dalam ilmu pengetahuan. 1648, tahun ketika perjanjian Westfalen diratifikasi. Agama sudah hancur kala itu! Ilmu pengetahuan menang. Setidak-tidaknya untuk sementara. Rentang tahun 1648 sampai 1945, saya melihat melalui sejarah bahwa berlomba-lombalah bangsa-bangsa penguasa ilmu pengetahuan menjelajah (Baca: Menajajah) dunia. Waktu sekolah saya ingat betul bagaimana menghapal rumus Newton adalah sebuah keharusan. Newton yang jenius, Newton yang agung. Namun apakah Newton peduli dengan genosida terhadap suku-suku lokal di Benua Amerika yang dilakukan oleh bangsanya? Iroquois, Cherokee, Navajo, dll.

Perang Makassar yang melibatkan Kesultanan Makassar dengan VOC juga terjadi direntang tahun yang berdekatan dengan Perjanjian Westfalen dan kalau tidak salah, Galilleo masih hidup. Apakah ia peduli dengan Kolonialisme yang dilakukan VOC? Saya juga ingat, bagaimana sistem Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif dalam pemerintahan berbagai bangsa di dunia ini bermula dari Trias Politikanya Montesquieu. Rumusan Trias Politika itu tidak jauh setelah Perjanjian Giyanti ditandatangani. Perjanjian sebagai penacap kekuasaan VOC di tanah Jawa, negeriku. Apakah Montesquieu tau? Tidak.

Saya menyangkal. Bagaimana Newton dan Montesquieu bisa tahu dengan kejadian di belahan dunia lainnya. Teknologi belum maju! Nah. Itu dia. Teknologi belum maju. Mereka tidak bisa apa-apa. Mereka goblok. Mungkin sama gobloknya dengan Einstein yang dipuja-puja dengan Relativitas umumnya dan tanpa berdosa ia ikut Manhattan Project. Sungguh, Einstein jenius. Manhattan Project mengantarkan Amerika Serikat ke dalam penemuan bom atom dan disempurnakan lagi menjadi Nuklir. N-u-k-l-i-r, barang mewah untuk memusnahkan manusia yang dibalut dengan bumbu-bumbu intelektual. Intelektual tai kucing!

Banyak lagi kemuakkan saya dengan ilmu pengetahuan atau hal-hal terkait dengan itu. Dan jangan lupa saya juga jenuh melihat umat beragama di Indonesia ini.

Jadi, lebih baik memujua bokong kuali. B-o-k-o-n-g K-u-a-l-i. Hitam legam seperti rakyat miskin yang butuh uluran tangan manusia berperikemanusiaan. Sungguh, ikutlah dengan saya. Jadi pemuja bokong kuali. Jika tidak mau ikut dengan saya, maka yakinkanlah, mengapa saya harus meninggalkan pemujaan terhadap bokong kuali!

Saturday, January 13, 2018

KAMU ADALAH SEORANG INJF JIKA SUKA MEMILIKI 7 HOBI INI

                                Hasil gambar untuk SEORANG INFJ



Walaupun memiliki sifat pendiam, seorang INFJ tetap suka bergaul dengan orang lain, namun ia lebih memilih untuk bersosialisasi dengan pertemanan dalam lingkaran kecil, hal ini disebabkan karena seorang INFJ cenderung menyukai percakapan yang berat, atau kita mengenalnya dalam istilah bahasa Inggris “deep conversation” dan dia bukanlah orang yang suka berbasa-basi, apalagi berteman dengan orang yang palsu.

Bagi kalian yang belum mengetahui apa itu INFJ, mereka adalah orang-orang dengan tipe kepribadian paling langka di dunia menurut tes psikologi MBTI (Myers-Briggs Personality Test), yaitu hanya mencapai 1 – 2% populasi di dunia. INFJ dikenal dengan singkatan; Introvert, iNtuitive, Feeling, Judging.

Seorang INFJ cenderung menyukai hobi yang bersifat tertutup, dan segala kegiatan yang tidak melibatkan banyak orang di dalamnya. Apa sajakah kegiatan tersebut, mari simak tulisan berikut ini:

 1. Menggemari Ilmu Metafisika

Hasil gambar untuk MENGGEMARI ILMU METAFISIKA

We Heart It
Segala hal mencakup ilmu metafisik pasti memiliki sisi misteriusnya, namun lebih spesifik lagi, karena biasanya INFJ tertarik dengan permasalahan yang memotivasi pikirannya untuk menganalisis, terutama apabila hal tersebut berhubungan dengan sisi metafisik, yaitu ilmu yang melibatkan hal-hal tak kasat mata.

2. Menggemari Pemikiran Idealis
Hasil gambar untuk MENGGEMARI PEMIKIRAN IDEALIS

We Heart It
INFJ juga memiliki pemikirannya sendiri. Biasanya orang seperti ini dijuluki si idealis, karena dia suka mempertahankan pemikirannya sendiri yang kerap anti-mainstream.

3. Suka Berimajinasi
Hasil gambar untuk SUKA BERIMAJINASI

We Heart It
INFJ sangat menyukai dunia fantasi, ia sering berimajinasi untuk mendapatkan inspirasi untuk menulis, menggambar, ataupun hal kreatif lainnya. Berimajinasi dapat memotivisi pikirannya untuk terus berkembang semakin kreatif.

4. Menggemari Karya Seni
Hasil gambar untuk SUKA KARYA SENI

We Heart It
INFJ adalah penikmat karya seni, namun juga kebanyakan dari tipe kepribadian ini biasanya adalah pelaku seni. Dalam bentuk apapaun seni tersebut, seperti lukisan contohnya. Hal ini berkaitan erat dengan kegemaran berimajinasinya.

5. Menggemari Kegiatan Travelling
Hasil gambar untuk suka travelling







We Heart It
Seorang introvert juga menyukai petualangan, walaupun sering sekali mereka memilih berpergian sendiri.

6. Menggemari Hewan Peliharaan Kucing


    Hasil gambar untuk suka KUCING
We Heart It
INFJ adalah seorang penyayang binatang, dan umumnya dari kebanyakan INFJ menyukai kucing sebagai hewan peliharaannya

7. Menggemari Segala Sesuatu yang Menggambarkan Jati Dirinya
Hasil gambar untuk GAMBARAN DIRISENDIRI


 Yup, karena dibekali oleh pikirannya yang selalu mempertanyakan banyak hal, mengamati, dan juga menganalisis berbagai hal disekitarnya, seorang INFJ tidak pernah lelah untuk terus belajar, terutama untuk menemukan jati dirinya dimanapun ia berada.
Itulah beberapa diantara hobi si pendiam berkepribadian INFJ. Apakah hobi kalian juga termasuk dalam daftar di atas? heheheee..

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...