Wednesday, August 5, 2026

Sakit

Aku seringkali butuh rinai hujan untuk mendung yang kian gelap menyelimuti,
Namun, meminta saja tak cukup untuk membuat hujan,
Dan tak mungkin juga aku bertahan hingga guntur memaksa diriku untuk jujur ke semua orang.

Aku merasa terhimpit diantara dinding ekspektasi,
Aku gelisah di dalam sepi,
Aku ingin lari menjauh sebelum kepalaku meledak begitu keras,
Keringatku mengucur deras menahan pikiran yang kacau tak karuan.

Aku ingin menjemput pelangi di akhir bulan ini,
Aku ingin menemukan ujungnya untuk melihat warna-warna yang selama ini membuatku menangis,
Aku tidak tau apakah itu sebuah jawaban,
Itu adalah usahaku untuk sembuh,
Untuk hilang ingatan pada perasaan mengerikan

Wednesday, January 13, 2021

Racun Kehidupan Di Sekitar Kita

Racun di Sekitar Kita

Semua kekacauan ini berakar pada kegagalan manusia menata dirinya sendiri. Mereka gagal menata pikirannya dan kemudian juga gagal menata kehidupan bersama yang berpijak pada keadilan dan kemakmuran. Lebih dari itu, kegagalan tata kelola kehidupan ini juga membawa kerusakan pada hewan dan tumbuhan lainnya. Seluruh alam terancam rusak, karena manusia gagal menata hidupnya.
Mengapa manusia gagal menata hidupnya? Mengapa ia gagal membangun hidup bersama yang adil dan makmur untuk semua?
Saya melihat, pikiran manusia dilumurin oleh racun. Akibatnya, pikiran nya tak lagi mampu melihat keadaan secara tepat. Pikirannya 
pun tidak bisa bersikap menanggapi keadaan dengan tepat. Racun ini berkembang dari kesalahan berpikir yang diajarkan kepada kita, lalu berkembang menjadi kebiasaan sekaligus bagian dari kepribadian kita sendiri.

1. Racun pertama adalah kesalahan berpikir mendasar soal waktu. 
Kita percaya, bahwa masa lalu itu ada. Akhirnya, banyak orang terjebak pada masa lalunya. Ia hidup di dalam penderitaan, akibat kenangan atas masa lalu yang gelap, yang sebenarnya sudah tidak ada.
Banyak orang juga yakin, bahwa masa depan itu ada. Akhirnya, mereka sibuk bekerja, guna menata masa depan. Orang yang pikirannya 
terus berayun di antara masa lalu dan masa depan akan terus hidup dalam penyesalan masa lalu, dan ketakutan akan masa depan. 
Pikirannya dipenuhi ketegangan dan penderitaan. Orang yang pikirannya penuh dengan ketakutan dan penyesalan 
tidak akan pernah menemukan kedamaian. Ia hidup di dalam penderitaan, dan akhirnya membuat orang lain menderita. Ia akan 
mencari segala cara untuk menemukan kedamaian, jika perlu dengan menghancurkan orang lain dan alam, guna memuaskan kebutuhan pribadinya. Ketakutan akan masa depan juga membuat orang menumpuk harta secara buta, kalau perlu dengan korupsi, menipu dan merugikan orang lain.
2. Racun kedua adalah pikiran curiga dan prasangka. Pikiran curiga berarti pikiran yang selalu melihat dunia dari sisinya yang paling 
jelek. Pikiran curiga lalu menghasilkan prasangka. Orang pun tidak lagi dapat melihat dunia apa adanya, tetapi selalu dengan kaca mata curiga dan prasangka. Pendek kata, ia selalu melihat dunia dan orang lain sebagai musuh yang mengancam dirinya.
Curiga dan prasangka membuat kita membenci orang lain. Kita tak merasa ragu membuat orang lain menderita, selama kebutuhan 
kita terpenuhi. Curiga dan prasangka juga membuat kita menjadi tak peduli dengan penderitaan orang lain. Curiga dan prasangka adalah akar dari kebencian dan konfl ik yang melanda begitu banyak bagian dunia sekarang ini.
3. Racun ketiga adalah pikiran dualistik-dikotomik. Artinya, pikiran yang melihat dunia dengan kaca mata hitam putih. Ada pihak yang be-nar secara absolut, dan ada pihak yang salah secara absolut. Tidak ada jalan tengah. Kedua nya harus saling menghancurkan satu sama lain.Inilah salah satu akar dari banyak masalah di dunia sekarang ini. 
Cara berpikir dikotomik menjadi cara berpikir kawan lawan. Aku dan kelompokku benar. Sementara, orang lain dan kelompoknya adalah lebih rendah dan salah, maka harus dihancurkan. Perbedaan agama, 
suku, rasa dan cara berpikir digunakan untuk membenarkan pikiran dualistik-dikotomik ini.
4. Racun keempat adalah dorongan untuk menambah terus menerus. Kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada. Kita sudah pu-nya satu mobil, tetapi kemudian merasa kurang, dan membeli mobil 
yang baru. Ekonomi juga harus tumbuh terus menerus, tidak boleh berhenti.
Akar dari dorongan ini adalah rasa tidak cukup di dalam hati. Kita bahkan bersedia untuk mengorbankan orang lain, demi memuaskan 
kebutuhan kita. Kita juga menghancurkan alam, guna memenuhi kebutuhan palsu kita akan kemewahan dan kerakusan. Pikiran yang 
selalu ingin menambah dan rakus ini membuat kita, dan segala hal di sekitar kita, menderita..

Thursday, December 19, 2019

Buat Kamu

terkadang kau berada sangat dekat tetapi tetap saja bagaikan ada jurang yang memisahkan kita. melihatmu dari kejauhan, itulah yang selalu aku lakukan. Menjadi Pengagum rahasia dan semuanya berawal dari Rasa yang ada di HATI. dan kau pasti tak menyangka,aku berbohong jika aku begitu mudah meupakanmu. Karena cukup melihat senyummu dari jauh saja sudah membuat hariku cukup berwarna. Mencari cari tambatan hati,ada sebuah lirik lagu yang cocok untuk memuja adalah “Dan kau hadir, mengubah segalanya, menjadi lebih Indah, kau bawa cintaku setinggi angkasa, membuat ku merasa sempurna”. Walaupun kamu bukan siapa” tapi aku akan menyukaimu sampai kapanpun, karena cuma km yg aku sayang. Cinta itu tidak perlu/tidak harus dipertontonkan karena kalau cinta sejati itu datangnya dari hati ke hati. Jangan sampai engkau membuang air matamu untuk orang yg tidak menyayangimu,tangisilah orang yg mencintaimua apa adanya. Pada saat pandangan pertama aku bertemu denganmu aku merasa bahwa kamu adalah cinta sejatiku.

Aku akan tetap menunggu, mengagumi, dan berdo’a untukmu. Sampai tuhan menyuruhku untuk berhenti melakukan itu

Tahukah kamu aku mengagumi mu dgn sepenuh hati, hati yang tak bernyali.

Aku sempat mengagumi seseorang sebelum kamu, namun cuma kamu yang mampu membuatku begitu terkagum-kagum

Yaa jarak ini membuat aku tetap mengagumi Aku biarkan karena ini bukan masanya Dan bukan seperti ini caranya

Karna aku s’lalu pasti mengagumi dengan hati Di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya

Tenang aja, aku cuma mengagumi ko. Kalau berharap untuk bisa bersama kamu. Itu ga mungkin. Karna aku tau diri

Biarkan aku selalu mengagumi tanpa di cintai

Aku hanyalah laki-laki nakal yg mengagumi wanita baik-baik, yaitu kamu

Rasa ini tulus di relung hati yg paling dalam aku sayang kamu walau aku tau aku hanya bisa mengagumi tanpa harus memiliki

Aku diam-diam menyukai dan mengagumi mu, tapi aku masih malu untuk mengungkapkannya sekarang.

Cukup begini saja. Aku akan diam. Aku tak kan berkutik. Aku tak akan memulai. Namun, Rasa ku tak pernah berubah. Tetap mengagumi. Menyukai.

Rasanya mungkin ini saatnya aku berhenti berhenti untuk mengagumi mu berhemti untuk berharap,toh semuanya percuma aja.

kenapa aku begitu mengagumi mu, bahkan aku sangat menyayangimu, ada rasa senang setiap kali melihatmu.

Sunday, July 28, 2019

Ketika yang bahagia sedang bersedih,dan yang sedih sedang berbahagia :)

Dibalik semua kebahagiaan, selalu ada kesedihan yang redup sementara waktu. Begitu pula kesedihan, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang redup sementara waktu. Dan menikmati kehidupan dengan berbagai dunia yang berbeda dipenuhi kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan yang berlarut-larut akan membawa diriku mengalami penderitaan.

Kebahagiaan yang berlarut-larut juga akan membawa diriku mengalami penderitaan. Dan satu-satunya solusi atas itu semua adalah membiarkan kebahagiaan dan kesedihan itu datang dan pergi tanpa harus meminta diriku untuk siap menerima atau menolaknya, karena ia yang datang sendiri bisa pulang ke asalnya tanpa harus diusir. Sehingga diriku merefleksikan kebahagiaan dan kesedihan bahwa tidak ada yang menetap dalam perasaan emosional itu, tatkala mereka berubah karena faktor dari luar diriku.

Bentuk emosional apapun yang melatar belakangi kebahagiaan dan kesedihan hanyalah totalitas relasi realitas diriku dengan dunia yang berada diluar diriku.

Diriku menyadari akan hadirnya emosi itu, sehingga aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dari dalam diriku yang harus aku terima keberadaannya selama ini walaupun terkadang membelenggu dan menyiksa diriku sendiri.

Dari kesadaran itulah diriku menyadari akan keberadaan yang lain diluar diriku sekaligus diri yang lain didalam diriku, dan satu-satunya cara yang perlu aku dan diriku lakukan adalah aku melatih diriku atas afeksivitas dari stimulus eksternal, dengan begitu aku terbiasa untuk mengontrol segala bentuk emosional dari diriku.

"Sesungguhnya seorang diri diantara diri yang lain dengan kompleksitas emosionalnya dalam menjalani kehidupan dengan dunianya masing-masing memiliki otoritas tunggal, bahwa diri sendirilah yang sepenuhnya mengontrol segala bentuk emosional yang bisa muncul ke permukaan dan relasi diri dengan diri yang lain adalah kekuasaan atas otoritas yang berorientasi pada emosional yang otoriter, sehingga akan ada siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Dan itulah kodrat dalam diri masing-masing individu, jika ia mengetahui apa yang ditahuinya tentang emosional.

Thursday, August 9, 2018

BY MY SELF ! | BE YOU'R SELF !


Menjadi diri sendiri jauh lebih penting dibanding menjadi apa yang orang lain pikirkan. Ketika langkah mu berbeda dengannya, jangan kau langsung putar arah langkahmu. Penyakit kita adalah satu,kita sering kali tidak menghargai diri sendiri, ingin dan ingin selalu kita ucapkan seolah saat ini kita hanyalah dedaunan kering. Bukan apa apa dan sulit menjadi apa apa.

Menilai orang lain lebih mudah dari pada menilai diri sendiri. Kita tau apa yang baik untuk orang lain, tapi terkadang kita buta apa yang terbaik untuk ku.

Untuk itulah kita butuh seseorang untuk mengingatkan kita. Sering sekali aku menjadi diri yang dipikirkan orang lain, selalu ingin terlihat baik dan sempurna didepan orang lain, bukankah aku terlalu tajam pada diriku? Tak menjadi diri sendiri, tapi selalu berusaha menjadi yang diinginkan orang lain. Sulit, ya! Karena akupun tau seperti apa diriku sebenarnya.

Ketika ketidaksamaan jalan dengan orang lain menbuat aku ingin memutar langkah dan menyamakan lagi agar tidak berbeda.

Berjalan sendiri dijalan yang berbeda membuat kita merasa kecil dan ingin menyamakan jalan dengan lainnya. Karena takut akan kekecewaan dan takut akan kesendirian. Benar atau salah tidak diperdulikan asal tidak berjalan sendiri dijalan yang berbeda.

Ingin dan selalu ingin menjadi sesuatu yang hebat seolah kita bukan apa apa pasti pernah kita rasa, sulit rasanya merasa puas dan menghargai diri sendiri.

Tapi bukankah dengan menghargai diri sendiri merupakan suatu awal untuk mencapai kehebatan yang lainnya?

Hargai lah dirimu sendiri bila ingin dihargai orang lain. Jangan pernah menganggap kamu hanya dedaun kering atau remahan cookies yang tidak ada arti apa apa. Waktu akan tetap berjalan meski kita meminta untuk menunggu.sebap waktu adalah penghambat atau pemberi lukamu. Itu semua tergantung dari pemeliharaanmu akannya. Waktu tak akan pernah menunggu kita untuk memulai sesuatu untuk bisa berubah, ia akan berjalan sebagaimana mestinya, dan kitapun akan tertinggal jauh dari nya. Semakin lama menunda semakin jauh waktu yang berlalu dan nanti sampailah kita dititik dimana sesal menghampiri..

 

 

Sunday, June 17, 2018

KAPANKAH AKU TUMBUH DEWASA ?




Saat aku dewasa nanti, aku dapat melakukan semua hal sesukaku! Aku dapat memilih sendiri apa yang aku mau dan tidak harus bergantung pada orangtua.
Sungguh menyenangkan menjadi dewasa!
Sebenarnya apa yang membuat kita disebut dewasa? Apakah kedewasaan bergantung pada umur?

Di masa lalu, terdapat banyak ritual kebudayaan yang menandai berakhirnya masa kanak-kanak dan dimulainya kehidupan dewasa.
Perlahan-lahan anak-anak tumbuh melewati serangkaian perubahan penting dalam hidup. Status sebagai anak-anak berakhir, dan mereka 'terlahir kembali' sebagai manusia yang lebih dewasa.
Pada kebudayaan tradisional seperti di Afrika, para pemuda harus membuktikan keberanian, tanggung jawab, kekuatan, dan kehormatan mereka didepan seluruh anggota sukunya agar diakui sebagai orang dewasa.
Batasan umum seseorang dianggap dewasa sangat bervariasi, tergantung pada masa dan negara. Di Indonesia, batasan umur dewasa adalah tujuh belas tahun.
Pada usia ini seseorang boleh mengikuti pemilihan umum, memiliki KTP, serta SIM, dan diizinkan berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara.
Akan tetapi, menjadi dewasa tidaklah semudah itu. Umur bukanlah patokan utama. Saat menjadi dewasa, kita juga harus bertingkah laku dengan 'dewasa', tidak cengeng, tidak manja, serta selalu bertanggung jawab atas pilihan kita dan semua yang kita lakukan.
Nilai kebaikan dan norma yang ditanamkan di sepanjang hidup adalah kunci yang menentukan kedewasaan.
Tentu saja ini tidak terjadi dalam satu malam!
Tapi yang jelas, dalam hidup, kita tidak akan pernah berhenti tumbuh dan belajar.

Sunday, April 29, 2018

Pantaskah Diriku Mencintainya? Atau pantaskah Dirinya Mencintaiku??




https://1.bp.blogspot.com/-zQIvoBxtVag/Wei7gelOiRI/AAAAAAAAA34/ndSLE-jlo2YpmROOyplC5eK3WB3-U9VwwCLcBGAs/s1600/Screenshot-2017-10-19%2BKomentar.png

Berhenti mencari orang yang sempurnah tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yang pantas dicintai.!! 👌
because god knows what is best for his servant


Cinta itu sesuatu yang ambigu, teman.
Kamu memilih berhenti mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai disatu sisi, dan kamu memilih belajar untuk mempersiapkan diri menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai disisi lain.
Jika semua spesies homo-sapiens di bumi datar memegang prinsip yang sama denganmu maka kamu, aku, bahkan kita semua tidak akan pernah menemukannya sesuai dengan apa yang kamu ekspetasikan dari bentuk kekecewaanmu sendiri.
 
Cinta itu universal, cinta itu membangun, segala apapun yang berkembang dalam diri kita adalah bentuk cinta. Cinta itu bukan kesempurnaan, tidak ada sesuatu yang sempurna dan tidak ada sesuatu yang sepenuhnya tidak sempurna, sebenarnya disini ada paradox. Kesempurnaan itu hanyalah ilusi dalam pikiran kita, bagaimana pun juga seseorang atau bahkan hewan sekalipun memiliki dikotomi, dua sisi yang berbeda dalam satu koin. Disatu sisi memiliki kelebihan dan disisi lainnya memiliki kekurangan. Kalau saya mengkonsepkan kesempurnaan (abstrak) dalam pikiran saya sendiri dengan adanya kelebihan dan kekurangan dari esensi orang yang saya rasa cintai, dengan kata lain saya merasa ada kontak emosional dengan orang yang saya cintai selama ini.
Oke, lanjut. . . Sepertinya saya juga sedang mengalami polemik dalam diri saya sendiri, maka dari itu saya sangat bernafsu untuk mengomentari status ini wk wk wk, hustttt bernafsu bukan berarti nafsu itu ya :v , anggap saja hasrat saya  punya selera makan yang sama dengan seleramu.
 
 
Kepantasan? Kita mempersiapkan diri untuk pantas dicintai, bagaimana bisa kita merasa pantas dicintai oleh diri yang lain sementara diri kita sendiri belum bisa mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, hidup ini dinamis, teman. Kepantasan hanya menuntut nilai, iya nilai, kita menilai kepantasan itu hanya menggunakan satu persepsi saja, dengan kata lain kepantasan itu hanya untuk kepentingan diri kita snediri.  Tapi bagaimanapun juga, kepantasan itu hanyalah menuntut diri untuk tidak menerima realitas  apa adanya, kepantasan hanyalah bentuk kekecewaan diri kita terhadap diri yang lain atas harapan yang telah kita rencanakan dimasa lalu,
 berhentilah untuk pantas atau tidak pantas untuk dicintai ataupun mencintai, karena kepantasan itu hanyalah kekecewaan dan penyesalan.
 
 
 Jika Tuhan itu mahatahu, maka Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Dan Tuhan tahu apa yang terburuk bagi hamba-Nya.
Jika Tuhan itu mahakuasa, maka Tuhan mampu mengubah kacamata-Nya dengan para hamba-Nya.

Sebenarnya, Tuhan yang mahatahu dari keinginan Anda adalah diri Anda sendiri, karena hanya Anda yang benar-benar tahu apa yang Anda inginkan. Tidak ada diri lain yang tahu lebih baik dari apa yang Anda ketahui dalam keinginan Anda. Dan jika ada diri lain yang menanyakan keinginan Anda maka Anda juga tahu bahwa Anda tidak dapat sepenuhnya memberitahunya.
 
 
 

Sunday, April 22, 2018

Manusia Itu Mahluk Cahaya

Sebagai manusia..siapa sih yang tidak pernah diberikan cobaan dan ujian? Baik dalam bentuk kebahagiaan, kesedihan, kepedihan, atau apapun itu wujudnya. Di saat cobaan demi cobaan menyapa, di kala ujian demi ujian menghampiri kadang dunia terasa begitu gelap. Cahaya mungkin terlihat di ujung sana. Sementara terowongan gelap nan panjang membentang, tanpa kita tahu di mana sebenarnya ujung dari terowongan ini. Saat itulah kita mengalami amnesia sesaat bahwa kita, manusia, adalah makhluk cahaya. Beserta sifat-sifat keilahian yang terbungkus wujud jasmaniah. Dan semua jawaban segala permasalahan telah diberikan-Nya, asalkan kita cukup mau merendahkan diri (ego) kita di hadapan-Nya, atau bahkan meniadakan segala keangkuhan dan sifat "sok tahu" kita dan "tersungkur" serta terpekur di kaki-Nya. Ujian berat yang menghampiri memang terkadang meredupkan cahaya kita, namun cahaya itu tidak pernah hilang. Tetap di sini. Karena sifat asali manusia adalah sifat-sfat ilahiah yang membuat cahaya itu tak kan pernah padam. Di saat kita terjatuh begitu dalam, saat itulah Tuhan memberikan kita jeda. Memberikan kita waktu. Memberikan cahayaNya. Dan apabila kita cukup rendah hati untuk mengikhlaskan semua "kekuatan" kita yang sungguh (saat itu) tinggal setipis lapisan es yang hendak mencair, maka kekuatan besar Ilahiah akan menghadir. Tepat di pelupuk mata kita. Dan pada akhirnya, hidup ini bukan antara saya dan mereka. atau antara saya dengan ego saya. Melainkan antara saya dengan Tuhan. Maka, saat kita jatuh, menolehlah ke sumber kekuatan terbesar yang ada. Sang Pemilik hidup. Sang Pencipta Semesta. Tuhan. Suara-suara sumbang pasti ada. Tapi toh seperti yang saya katakan tadi, pada akhirnya hidup ini bukan antara Anda dengan mereka. Bukan pula antara Anda dengan ego Anda. Melainkan antara Anda dengan Sang Pencipta. Kuatlah, Saya Bisa. Andapun Pasti Bisa. Dan Ingatlah, cahaya Anda hanya meredup, tapi tidak pernah menghilang ataupun sirna.

Monday, March 19, 2018

Ketetapan Terindah

Ada masa aku ingin mencoba semua hal, menginginkan apa yang dimiliki orang lain dan rasa ingin tahu akan hal itu begitu membuncah. Namun mengapa hanya kesenangan yang sebenarnya itu tidak baik yang ingin aku ketahui dan aku lakukan?

Tentu itu karena mereka tertawa saat menjalankan nya.
Hal yang aku rasakan. Entah mengapa apa yang dimiliki orang lain terlihat dan terasa begitu indah.
Mungkin karena aku belum memilikinya, jadilah terasa seperti itu. Keinginan yang membuncah yang mungkin hanya menimbulkan kesenangan terasa begitu didambakan,selalu merasa puas setelah mendapatkan nya bahkan walau dibilang tidak penting,sesuatu yang sia sia.
Apakah aku termasuk orang yang tidak berfikir?

Rupanya selama ini aku telah tersesat. Bukan karena tak tau harus kemana,melainkan karena tidak tau saat ini sedang berada dimana. Hanya berada disini, tentang indahnya dunia yang tak kekal adanya. Hanya permainan yang akan menuju siapa pemenangnya...

Aku tersenyum sinis membaxa kalimat ini. Seperti inilah aku saat ini. Tersesat bukan karena tidak tau arah, namun karena tak tau berada dimana. Dan terus berperan memainkan permainan yang hanya akan menuju siapa pemenangnya. Berlomba mencapai keindahan dunia yang pasti tak kekal, memuaskan hasrat dan gila akan pujian,bwrlomba memamerkan apa yang dimiliki.
Seperti itu yang kulakukan saat ini, ini sungguh memuakkan bukan??
.
Menjadi diri sendiri jauh lebih penting dibanding menjadi apa yang orang lain pikirkan. Ketika langkah mu berbeda dengannya, jangan kau langsung putar arah langkahmu. Penyakit kita adalah satu,kita sering kali tidak menghargai diri sendiri, ingin dan ingin selalu kita ucapkan seolah saat ini kita hanyalah dedaunan kering. Bukan apa apa dan sulit menjadi apa apa.

Menilai orang lain lebih mudah dari pada menilai diri sendiri. Kita tau apa yang baik untuk orang lain, tapi terkadang kita buta apa yang terbaik untuk ku.
Untuk itulah kita butuh seseorang untuk mengingatkan kita. Sering sekali aku menjadi diri yang dipikirkan orang lain, selalu ingin terlihat baik dan sempurna didepan orang lain, bukankah aku terlalu tajam pada diriku? Tak menjadi diri sendiri, tapi selalu berusaha menjadi yang diinginkan orang lain. Sulit, ya! Karena akupun tau seperti apa diriku sebenarnya.

Ketika ketidaksamaan jalan dengan orang lain menbuat aku ingin memutar langkah dan menyamakan lagi agar tidak berbeda.
Berjalan sendiri dijalan yang berbeda membuat kita merasa kecil dan ingin menyamakan jalan dengan lainnya. Karena takut akan kekecewaan dan takut akan kesendirian. Benar atau salah tidak diperdulikan asal tidak berjalan sendiri dijalan yang berbeda.

Ingin dan selalu ingin menjadi sesuatu yang hebat seolah kita bukan apa apa pasti pernah kita rasa, sulit rasanya merasa puas dan menghargai diri sendiri.
Tapi bukankah dengan menghargai diri sendiri merupakan suatu awal untuk mencapai kehebatan yang lainnya?

Hargai lah dirimu sendiri bila ingin dihargai orang lain. Jangan pernah menganggap kamu hanya dedaun kering atau remahan cookies yang tidak ada arti apa apa. Waktu akan tetap berjalan meski kita meminta untuk menunggu.sebap waktu adalah penghambat atau pemberi lukamu. Itu semua tergantung dari pemeliharaanmu akannya. Waktu tak akan pernah menunggu kita untuk memulai sesuatu untuk bisa berubah, ia akan berjalan sebagaimana mestinya, dan kitapun akan tertinggal jauh dari nya. Semakin lama menunda semakin jauh waktu yang berlalu dan nanti sampailah kita dititik dimana sesal menghampiri.

Monday, February 26, 2018

Ketika yang bahagia sedang bersedih dan yang sedih sedang bahagia






      Foto Herwin Ariwin.

       
       




Dibalik semua kebahagiaan, selalu ada kesedihan yang redup sementara waktu. Begitu pula kesedihan, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang redup sementara waktu. Dan menikmati kehidupan dengan berbagai dunia yang berbeda dipenuhi kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan yang berlarut-larut akan membawa diriku mengalami penderitaan.

Kebahagiaan yang berlarut-larut juga akan membawa diriku mengalami penderitaan. Dan satu-satunya solusi atas itu semua adalah membiarkan kebahagiaan dan kesedihan itu datang dan pergi tanpa harus meminta diriku untuk siap menerima atau menolaknya, karena ia yang datang sendiri bisa pulang ke asalnya tanpa harus diusir. Sehingga diriku merefleksikan kebahagiaan dan kesedihan bahwa tidak ada yang menetap dalam perasaan emosional itu, tatkala mereka berubah karena faktor dari luar diriku.
Bentuk emosional apapun yang melatar belakangi kebahagiaan dan kesedihan hanyalah totalitas relasi realitas diriku dengan dunia yang berada diluar diriku.

Diriku menyadari akan hadirnya emosi itu, sehingga aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dari dalam diriku yang harus aku terima keberadaannya selama ini walaupun terkadang membelenggu dan menyiksa diriku sendiri.

Dari kesadaran itulah diriku menyadari akan keberadaan yang lain diluar diriku sekaligus diri yang lain didalam diriku, dan satu-satunya cara yang perlu aku dan diriku lakukan adalah aku melatih diriku atas afeksivitas dari stimulus eksternal, dengan begitu aku terbiasa untuk mengontrol segala bentuk emosional dari diriku.

"Sesungguhnya seorang diri diantara diri yang lain dengan kompleksitas emosionalnya dalam menjalani kehidupan dengan dunianya masing-masing memiliki otoritas tunggal, bahwa diri sendirilah yang sepenuhnya mengontrol segala bentuk emosional yang bisa muncul ke permukaan dan relasi diri dengan diri yang lain adalah kekuasaan atas otoritas yang berorientasi pada emosional yang otoriter, sehingga akan ada siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Dan itulah kodrat dalam diri masing-masing individu, jika ia mengetahui apa yang ditahuinya tentang emosional.


Saturday, January 27, 2018

AKU TAHU BAHWA AKU TIDAK TAHU TENTANG KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

                          



                     Foto Gidion Chester. 

Orang yang masih hidup terlalu ambisius untuk tahu segala hal tentang kematian sampai ia dibunuh karena ingin tahu apa yang ada dalam kematian, sementara orang yang sudah mati tidak pernah memberitahu segala hal tentang kematiannya kepada orang yang masih hidup.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang yang masih hidup untuk menuju kematian, tapi orang yang sudah mati tidak punya satu pun cara untuk bangkit dari kematiannya.
Ada banyak hal kemungkinan yang bisa membuat orang yang masih hidup untuk bertahan hidup, tapi orang yang sudah mati tidak memiliki satu pun kemungkinan untuk kembali hidup.
Orang yang pernah hidup memberikan tanda - tanda atau simbol saat ia menjalani kehidupannya agar orang-orang yang ada disini dan saat ini tahu akan eksistensi mereka yang pernah hidup. Namun orang yang sudah mati tidak pernah memberikan satu pun tanda dan simbol tentang kematiannya hingga saat ini.

Ada sesuatu hal misterius bagi orang yang masih hidup saat ini, yaitu kematian. Bukan kematian yang menimbulkan teka-teki bagi mereka, kehidupan setelah kematianlah yang menjadi tanda tanya besar bagi mereka yang memiliki ego untuk terus hidup.
Semua yang hidup pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu hidup.
Semua yang mati pasti "ada", namun tidak semua yang "ada" itu mati.
Semua yang hidup pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya hidup.
Semua yang mati juga pasti "pernah ada", namun semua yang "ada" bukan berarti semuanya mati.
Antara ada dan tiada itu dua hal yang berbeda, "ada" yang ada tanpa diciptakan oleh manusia, "ada" yang ada diciptakan oleh manusia.

Apa yang sungguh ada? Sederhananya ada itu ada sedang tidak ada itu tidak ada. Namun homo sapiens itu memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan hewan lainnya yang ada atau hewan yang pernah ada sebelum manusia ada di bumi bulat ini.
Homo sapiens memiliki pikiran (akal budi) yang mampu menciptakan banyak hal seperti; bahasa, teknologi, nilai, negara, komunitas, budaya, agama, dewa dsb. Inilah yang membuat homo-sapiens saat ini menjadi sang penguasa diantara hewan-hewan lainnya, ia mampu mengalahkan hewan buas lainnya hanya dengan pengetahuannya yang selama ini hingga saat ini masih melakukan penelitian tentang segala yang ada disekitarnya , mereka melakukan hal itu semua untuk kemajuan homo-sapiens, jikalaupun ia mengatakan bahwa ia melakukan ini semua demi alam ini, ketahuilah bahwa yang ia lakukan itu semata-mata bukan karena alam ini, tapi kepentingannya sendiri untuk terus bertahan hidup.

Homo-sapiens tidak hanya menciptakan sesuatu yang konkrit, selain itu homo-sapiens juga mampu menciptakan sesuatu yang abstrak. "Ada" itu tidak harus "ada" dalam bentuk fisik atau sederhananya ada itu bisa di inderawi. Memang seperti itu, namun ada yang ada dalam pikiran manusia itu memiliki makna, katakanlah bahwa bahasa tanpa pengalaman itu merupakan kekeringan tanpa makna.

Bagaimana kalau ada kehidupan setelah kematian? Bukankah hal ini merupakan sesuatu hal yang berada diluar pengalaman manusia, dari sekian abad lamanya homo-sapiens mencari tahu apakah kehidupan setelah kematian itu sungguh ada, sebenarnya bukan kehidupan setelah kematian yang ingin ia ketahui tetapi konsep surga dan neraka lah yang ingin mereka ketahui, sebab keadilan yang ingin mereka dapatkan setelah mereka mati atas apa yang telah mereka lakukan selama ia menjalani kehidupan. Namun dari sejarah homo-sapiens hingga sekarang tidak pernah ada yang mampu memberikan dan menerapkan keadilan bagi semua homo-sapiens karena keadilan bagi semua homo-sapiens itu hanyalah harapan semata yang selama ini terus diperjuangkan -- termasuk diri saya sendiri -- kepada diri saya sendiri apalagi kepada diri yang lain.

Namun apakah kehidupan setelah kematian itu ada? Inilah pertanyaan mendasar untuk tahu terlebih dahulu kehidupan setelah kematian kemudian menuju kepertanyaan berikutnya, apakah keadilan setelah kehidupan itu adil bagi dirinya sendiri ataukah timbangan keadilan itu sama sekali tidak merata bagi segala homo-sapiens? .

Disini dan saat ini saya pernah ditawarkan banyak konsep keadilan (hukuman dan hadiah) setelah kematian dari teman-teman sekitar, mereka menawarkannya dalam satu paket, dalam satu paket ini terdapat banyak hal didalamnya yang hampir menyerupai namun tak sama, dan bukan hanya keadilan (hukuman dan hadiah) yang mereka tawarkan kepada saya. Segala dimensi aspek kehidupan ditawarkannya kepada saya, namun untuk sementara saya menolaknya tanpa mengatakan bahwa apa yang ditawarkannya itu berada dalam penilaian benar-salah / baik-buruk. Saya bisa saya menerimanya tanpa harus menjadi bagian dari apa yang mereka tawarkan, saya punya nilai bagi diri saya sendiri. Jika hanya untuk berbuat baik harus menggunakan label maka hal itu menurut tentu tidak netral, karena menggeneralisasikan suatu label itu merupakan bagian dari kesesatan berpikir yang bisa memicu terjadinya konflik antar label.

Dari sekian banyak tawaran yang saya dapatkan semakin membuat saya melihatnya sebagai sebuah produk, produk itu untuk saya gunakan, produk itu harus sebagaimana adanya sesuai dengan apa yang saya butuhkan dan tidak membuat diri saya terpisah dari diri yang lain karena hanya mengomsumsi produk itu, sehingga saya tidak mendewakan sebuah produk diantara produk lainnya, karena produknya sama saja tapi yang membedakan hanya merek yang ia gunakan pada produk tersebut. Segala yang diciptakan homo-sapiens itu tentu merupakan bagian dari homo-sapiens, dengan kata lain sebuah produk itu untuk homo-sapiens bukan homo-sapiens untuk sebuah produk.
Oh iya, sales sebuah produk bermerk internasional sekarang menggunakan teknik marketing yang menjanjikan kemajuan produk agar terus tetap exist laris di pasaran walaupun produk itu sama sekali bukan kebutuhan pasar. Mereka hanya perlu mengancam calon konsumer agar mereka membelinya karena ketakutan. Ada yang mau coba? hahahahahaha... :D

Tuesday, January 16, 2018

Alasan Saya Menjadi Seorang Pemuja Bokong Kuali | B-O-K-O-N-G-K-U-A-L-I

                                               Hasil gambar untuk bokong kuali
Pertama-tama, izinkan saya untuk meminta kalian tenang dan tidak langsung memaki. Ini murni dari dalam hati saya, sungguh saya sudah muak dengan segala dinamika kehidupan di dunia. Masyarakat intoleran yang menyembunyikannya dalam bumbu-bumbu intelektual ataupun masyarakat intoleran yang memang barbarik dan tidak menyembunyikannya. Terang-terangan di tunjukkan, jadi teror atau jadi tontonan menggelikan.

Pada mulanya, saya tertarik menjadi seorang Atheis. Tapi jadi Atheis menurut hemat saya, apa faedahnya? Saya tahu persis sejak Galilleo dipenjara, agama sudah kehilangan tempat dalam ilmu pengetahuan. 1648, tahun ketika perjanjian Westfalen diratifikasi. Agama sudah hancur kala itu! Ilmu pengetahuan menang. Setidak-tidaknya untuk sementara. Rentang tahun 1648 sampai 1945, saya melihat melalui sejarah bahwa berlomba-lombalah bangsa-bangsa penguasa ilmu pengetahuan menjelajah (Baca: Menajajah) dunia. Waktu sekolah saya ingat betul bagaimana menghapal rumus Newton adalah sebuah keharusan. Newton yang jenius, Newton yang agung. Namun apakah Newton peduli dengan genosida terhadap suku-suku lokal di Benua Amerika yang dilakukan oleh bangsanya? Iroquois, Cherokee, Navajo, dll.

Perang Makassar yang melibatkan Kesultanan Makassar dengan VOC juga terjadi direntang tahun yang berdekatan dengan Perjanjian Westfalen dan kalau tidak salah, Galilleo masih hidup. Apakah ia peduli dengan Kolonialisme yang dilakukan VOC? Saya juga ingat, bagaimana sistem Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif dalam pemerintahan berbagai bangsa di dunia ini bermula dari Trias Politikanya Montesquieu. Rumusan Trias Politika itu tidak jauh setelah Perjanjian Giyanti ditandatangani. Perjanjian sebagai penacap kekuasaan VOC di tanah Jawa, negeriku. Apakah Montesquieu tau? Tidak.

Saya menyangkal. Bagaimana Newton dan Montesquieu bisa tahu dengan kejadian di belahan dunia lainnya. Teknologi belum maju! Nah. Itu dia. Teknologi belum maju. Mereka tidak bisa apa-apa. Mereka goblok. Mungkin sama gobloknya dengan Einstein yang dipuja-puja dengan Relativitas umumnya dan tanpa berdosa ia ikut Manhattan Project. Sungguh, Einstein jenius. Manhattan Project mengantarkan Amerika Serikat ke dalam penemuan bom atom dan disempurnakan lagi menjadi Nuklir. N-u-k-l-i-r, barang mewah untuk memusnahkan manusia yang dibalut dengan bumbu-bumbu intelektual. Intelektual tai kucing!

Banyak lagi kemuakkan saya dengan ilmu pengetahuan atau hal-hal terkait dengan itu. Dan jangan lupa saya juga jenuh melihat umat beragama di Indonesia ini.

Jadi, lebih baik memujua bokong kuali. B-o-k-o-n-g K-u-a-l-i. Hitam legam seperti rakyat miskin yang butuh uluran tangan manusia berperikemanusiaan. Sungguh, ikutlah dengan saya. Jadi pemuja bokong kuali. Jika tidak mau ikut dengan saya, maka yakinkanlah, mengapa saya harus meninggalkan pemujaan terhadap bokong kuali!

Saturday, January 13, 2018

KAMU ADALAH SEORANG INJF JIKA SUKA MEMILIKI 7 HOBI INI

                                Hasil gambar untuk SEORANG INFJ



Walaupun memiliki sifat pendiam, seorang INFJ tetap suka bergaul dengan orang lain, namun ia lebih memilih untuk bersosialisasi dengan pertemanan dalam lingkaran kecil, hal ini disebabkan karena seorang INFJ cenderung menyukai percakapan yang berat, atau kita mengenalnya dalam istilah bahasa Inggris “deep conversation” dan dia bukanlah orang yang suka berbasa-basi, apalagi berteman dengan orang yang palsu.

Bagi kalian yang belum mengetahui apa itu INFJ, mereka adalah orang-orang dengan tipe kepribadian paling langka di dunia menurut tes psikologi MBTI (Myers-Briggs Personality Test), yaitu hanya mencapai 1 – 2% populasi di dunia. INFJ dikenal dengan singkatan; Introvert, iNtuitive, Feeling, Judging.

Seorang INFJ cenderung menyukai hobi yang bersifat tertutup, dan segala kegiatan yang tidak melibatkan banyak orang di dalamnya. Apa sajakah kegiatan tersebut, mari simak tulisan berikut ini:

 1. Menggemari Ilmu Metafisika

Hasil gambar untuk MENGGEMARI ILMU METAFISIKA

We Heart It
Segala hal mencakup ilmu metafisik pasti memiliki sisi misteriusnya, namun lebih spesifik lagi, karena biasanya INFJ tertarik dengan permasalahan yang memotivasi pikirannya untuk menganalisis, terutama apabila hal tersebut berhubungan dengan sisi metafisik, yaitu ilmu yang melibatkan hal-hal tak kasat mata.

2. Menggemari Pemikiran Idealis
Hasil gambar untuk MENGGEMARI PEMIKIRAN IDEALIS

We Heart It
INFJ juga memiliki pemikirannya sendiri. Biasanya orang seperti ini dijuluki si idealis, karena dia suka mempertahankan pemikirannya sendiri yang kerap anti-mainstream.

3. Suka Berimajinasi
Hasil gambar untuk SUKA BERIMAJINASI

We Heart It
INFJ sangat menyukai dunia fantasi, ia sering berimajinasi untuk mendapatkan inspirasi untuk menulis, menggambar, ataupun hal kreatif lainnya. Berimajinasi dapat memotivisi pikirannya untuk terus berkembang semakin kreatif.

4. Menggemari Karya Seni
Hasil gambar untuk SUKA KARYA SENI

We Heart It
INFJ adalah penikmat karya seni, namun juga kebanyakan dari tipe kepribadian ini biasanya adalah pelaku seni. Dalam bentuk apapaun seni tersebut, seperti lukisan contohnya. Hal ini berkaitan erat dengan kegemaran berimajinasinya.

5. Menggemari Kegiatan Travelling
Hasil gambar untuk suka travelling







We Heart It
Seorang introvert juga menyukai petualangan, walaupun sering sekali mereka memilih berpergian sendiri.

6. Menggemari Hewan Peliharaan Kucing


    Hasil gambar untuk suka KUCING
We Heart It
INFJ adalah seorang penyayang binatang, dan umumnya dari kebanyakan INFJ menyukai kucing sebagai hewan peliharaannya

7. Menggemari Segala Sesuatu yang Menggambarkan Jati Dirinya
Hasil gambar untuk GAMBARAN DIRISENDIRI


 Yup, karena dibekali oleh pikirannya yang selalu mempertanyakan banyak hal, mengamati, dan juga menganalisis berbagai hal disekitarnya, seorang INFJ tidak pernah lelah untuk terus belajar, terutama untuk menemukan jati dirinya dimanapun ia berada.
Itulah beberapa diantara hobi si pendiam berkepribadian INFJ. Apakah hobi kalian juga termasuk dalam daftar di atas? heheheee..

Tuesday, January 9, 2018

Komunikasi adalah jalan untuk menjadi orang yang hebat

Komunikasi adalah salah satu Jalan menjadi Orang Hebat. Apakah kamu memiliki masalah dengan kemampuan berbahasamu? Atau kamu selalu bingung menyusun kata untuk mengungkapkan apa yang ada di fikiranmu? Atau kamu malu untuk menyatakan ide-idemu? Atau kamu dianugrahi Tuhan  suara yang kecil?

Mulai sekarang, yuuuuk kita mengungkapkan rasa. Hehee. Intinya, Ungkapkan saja. Tidak usah malu, tidak usah takut. Apalagi jika memiliki ide yang keren. Sudah saatnya dunia tahu. Karena Dunia telah menunggu ide-ide segarmu. Tahukah kamu, ide-idemu itulah yang akan mewarnai dunia hingga menjadi indah dan menarik.

Mengambil pelajaran dari beberapa kejadian dalam hidupku, judul diataslah simpulannya. Berawal dari ketika aku mengikuti suatu kegiatan dikampus, aku termotivasi untuk selalu aktif mengungkapkan pendapatku. Ketika itu, aku mencoba untuk berpendapat. Meski kata-katanya kurang teratur, tapi teman-teman tahu apa yang aku maksudkan. Dan alhasil, pendapatku bermanfaat. Karena saat diskusi aku mencoba untuk selalu aktif ngomong (meski forum kecil) tapi itu cukup menjadi bahan bakarku untuk selalu antusias mengikuti diskusi.

Semua harus berawal dari yang kecil terlebih dahulu. Sekecil apapun pendapat yang telah tersampaikan, itu adalah bahan bakar terbesar untuk membakar semangat berfikir dan juga semangat untuk menyampaikan pendapat lagi, lagi dan lagi. Hanya perlu melawan rasa takut diawal, dan yakinlah bahwa selanjutnya akan mengalir lebih lancar dan asyik.

Tidak percaya? Jika kamu pernah punya pendapat namun tak pernah tersampaikan, bagaimana perasaanmu. Semuanya akan numpuk , dan menjadi beban berat dalam hatimu, selesai forum kamu malah uring-uringan sendiri dengan hatimu, mengapa tadi tidak disampaikan? , jalan fikiran mereka rumit, harusnya itu begini, begitu, atau tadi itu salah,, aku tidak setuju
Semua pergulatan batin tersebut begitu menyiksa bukan. Jika kamu memang merasa punya sesuatu, bagikanlah pada yang lain, maka tidak akan berkurang idemu itu, tapi mudah-mudahan, Tuhan akan melancarkan pemikiranmu, dan juga orang lain akan memberikan tambahan lain yang tentu akan menyempurnakan pemikiranmu.

Dengan mengatakan ide kita, maka orang lain bisa menilai kita dari pemikiran kita. Jika diam saja, orang lain akan menganggap kita tidak pernah bisa berfikir, kurang bermanfaat, kurang produktif, pribadi tertutup, tidak asyik dan akhirnya orang akan mikir-mikir saat ingin dekat dengan kita.
Aku sudah sering merasakan dicuekin saat berkumpul dalam forum. Kenapa? Karena aku diam saja.
Apakah kamu punya teman yang selalu aktif bicara, mengemukakan pendapat dan bertanya saat didalam kelas namun sering pernyataannya itu kurang nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan atau ternyata malah salah? Jika ada, apakah dia tampak malu? Tidak bukan, ia tetap PD.
Kamu hanya perlu mengatakan apa yang memang harus kamu katakan. Karena dengan mengatakan pandanganmu, itulah pintu gerbang agar orang lain mengetahui kepandaian dan betapa briliannya pemikiranmu.

Idemu hanya akan membusuk diotakmu jika tidak diberikan pada yang lain. Dan ide yang busuk akan mengotori ide-ide lainnya. Tidak maukan menyimpan sesuatu hal yang busuk. Uh, tidak enak. :)
Mulai sekarang,,, jika Devisa adalah Asset kekayaan suatu Bangsa. Maka DEVISA juga merupakan suatu asset untuk menunjukkan kekayaan berfikir kita, apa itu DEVISA?
Dengarkan, VIkirkan, dan Sampaikan. :)
Dengarkan pembicaraan orang lain, olah data dan fikirkan, lalu sampaikan pendapat kita tentang hal yang sedangkan dibicarakan. Dan siap-siaplah untuk dikagumi orang lain. :)
okee.. saya gidion chester salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya, Share jika bermanfaat,Terimakasih .. :)

Friday, January 5, 2018

ADA CERITA DIBALIK HUJAN


                          Foto Gidion Chester.



Aku pernah meletakkan hidupku diatas aliran takdir, aku biarkan segalanya berjalan mengikuti arus. Aku menyerah atas apa-apa saja yang sudah hilang termakan waktu, menjadi masa lalu. singkat kata aku menyerah.
Aku beberapa kali mengalami kegamangan pada masa depanku sendiri.
Suatu malam, entah apa yang terjadi, aku hanya takut, marah, frustasi, sedih, dan segala macam emosi yang negatif itu penuh, memenuhi semua kesadaranku. Aku berpikir apa yang kutakuti, aku mengafirmasi diriku sendiri. Malam itu... aku menangis, aku merasa sangat menderita, aku merasa sangat tidak berdaya, lemah dan, tidak berguna. Perasaan itu begitu menyiksa batinku, aku menuntut penjelasan, apapun akan kulakukan agar segala beban ini lepas dari diriku. Aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, tapi semua perasaan itu semakin kuat. Aku tidak mau. Aku tidak rela. Aku menyalahkan semuanya. Realitas, dunia, sosialku, Tuhan, orang yang membawaku kesini, semuanya.
Belati sudah merobek kulitku, darah mengucur deras, kepalaku pusing. Aku ngantuk sekali, beginilah akhirnya itu pikirku. Aku terbangun dirumah sakit, dan mereka meminta penjelasan. Aku terdiam seribu bahasa, aku tak bisa menjelaskannya. Mereka hanya bersyukur aku tak kenapa-kenapa.
Beberapa kali aku mengalaminya, dan rasanya sangat tidak menyenangkan. Aku tersadar, menatap cermin kamarku. Kulihat wajahnya, aku menatapnya, dari matanya terlihat sembab sehabis menangis.
"Lemah, kau sangat lemah, pecundang" itu kataku pada pria yang ada dicermin itu.
Aku merasa sedikit lega, memaki orang yang tepat dan, yang paling pantas disalahkan. Aku dan dia tersenyum.
"apa yang kau takuti ?", "siapa kau ?", "kenapa ?" Aku mulai menanyainya.
Entah pria itu atau aku yang bertanya dan menjawab. Dasar bayanganku. Aku merasa, aku merasa sangat terluka. Tapi bahagia.
Aku merasa seperti baru, aku merasa sangat luar biasa. Seperti rasanya aku membawa bom nuklir. Aku bingung menjelaskannya, rasanya seperti memakai semua jenis narkoba dalam satu waktu.
Sekarang aku merasa sangat kecil. Kepribadianku terlalu egois. Karakterku terasa begitu buruk. Terkadang aku berpikir, kenapa semua harus berjalan begini? kenapa tidak diakhiri saja? Dari apa yang sudah kupunya, aku merasa tidak punya apa-apa, pergi kesana-kemari aku merasa masih berjalan ditempat.
Aku cukup jauh dari rumah, tanpa kabar dan berita, tapi perasaanku berkata
"ini bukanlah rimba", "ini masih aku yang dulu". Tanpa ada perubahan dan stuck, aku seperti memancing ikan kecil.
Aku melihatnya. Aku tidak pernah merasa iba pada mereka yang nasibnya tidak lebih baik dariku, aku tidak perduli pada mereka, justru aku lebih bahagia. Aku bersyukur kalau itu bukan aku. Aku selalu menafikkan seluruh empatiku, itu terlalu naif buatku. Aku tidak perduli dengan berita-berita, wacana-wacana media, kelaparan, pembunuhan, atau penderitaan sejenisnya yang tidak berhubungan langsung denganku, yang aku perdulikan hanyalah diriku sendiri. Toh percuma menaruh simpatiku pada mereka, bagiku iba hanya cocok untuk mereka yang sudah tidak memiliki masalah dihidupnya.
Aku masih terlalu pagi untuk bangun.
Kepalaku tidak sebanding dengan otak-ku.
Aku begitu tidak apa-apa, tidak ada apa-apa..

Thursday, November 30, 2017

Pengaruh Game Online Terhadap Prilaku Individu | Pengaruh Buruk Game Mobile Legend

  Pengaruh Game Online Terhadap Prilaku Individu
        Kehidupan masyarakat memang sudah dirancang untuk selalu berubah dan bersifat dinamis. Beberapa perubahan diantaranya adalah dari prilaku, gaya berpakaian, ataupun dari segi pembicaraan. Ada beberapa faktor yang sejatinya mempengaruhi berbagai perubahan sosial ini diantaranya adalah pengaruh media, internet, dan lain sebagainya. di kalangan remaja internet sudah menjadi alat yang bisa dikatakan primer, dengan alasan kepentingan dan gaya komunikasi zaman sekarang semuanya hampir adanya di media sosial. Adapun dampak-dampak dari penggunaan internet ini antara lain yaitu:
 
1. Mendekatkan yang Jauh dan menjauhkan yang Dekat
 
    Dari terminologi tersebut, arti katanya memang cukup menyindir bagi sebahagian kalangan besar anak muda. Mengapa? karena sikap yang ditunjukan anak muda sekarang yaitu sikap apatis. Apatis pada dasarnya adalah sikap seseorang yang cenderung cuek terhadap lingkungan, sesama manusianya, bahkan membahayakan. Karena jika seseorang direspond oleh orang lain dengan sikap yang tidak dingin maka tidak menutup kemungkinan orang yang dapat perlakuan tersebut melakukan hal-hal yang berbau kekerasan. 
 
2.  Cenderung Individualis
 
      Meskipun sikap inidividualis ini dikatakan sebagai sifat bawaan, tetapi sebenarnya bisa dipelajari dan bisa dirubah. Sikap individualis rata-rata terdapat di masyarakat perkotaan, mengapa? karena lingkungan yang heterogen dan sangat kompleks mengakibatkan persaingan cenderung sangat ketat. Nah, dari sinilah para anggota masyarakat acuh kepada sesamanya karena tidak peduli yang penting mereka bisa menduduki strata atas di masyarakat.
 
3. Ungkapan Bahasa-bahasa Kasar Ketika Bermain Game
 
      Kejadian ini biasanya keluar ketika seorang individu mengalami kekalahan dalam permainan.
 
4. Tidak Peduli Lingkungan
 
     Padahal ketika seorang individu menguasai berbagai keahlian, tetapi ia melalaikan hal-hal dasar seperti kebersihan lingkungan, itu akan sangat disayangkan dan sia-sia juga. Karena dari pandangan setiap agama kebersihan itu dikatakan paling utama.
 
 

Pengaruh buruk Mobile Legend Yang Mewabah pada Anak Anak

 
 
 
 
 
 
Mobile legend yang baru baru ini terkenal di kalangan anak muda di jaman sekarang menjadi perbincangan hebat di sekolah maupun luar sekolah.
game ini berbasis online dan rpg game yang dapat dimainkan memakai mobile phone.
Game ini memiliki banyak karakter hero hero yang diupdate setiap dua minggu sekali.
Game ini membuat kecanduan para pemainnya dengan persaingan antar teman.


Namun permainan ini membawa banyak akibat buruk bagi anak anak yang tidak bisa mengontrol keinginan mereka.
*Bolos Sekolah untuk bermain mobile legend
*Malas Belajar
*Sering Terlambat Sekolah karena tidur terlalu malam
*malas melakukan tugas rumah maupun PR yang diberikan

Namun mobile legend juga dapat dihindari dengan mengontrol diri sehingga membuat kebutuhan menjadi seimbang karena bersenang senang juga merupakan suatu kebutuhan penting bagisetiap individu. mudah mudahan apa yang dimuat dalam blog ini dapat membuat anda sadar betapa pentingnya mengendalikan hawa nafsu dalam permainan maupun kenyataan.
 
 

Friday, November 24, 2017

Bagaimana Caranya Menemukan Kebahagiaan dalam diri sendiri?? | How to feel good about your self


"How to Feel Good About Yourself"

Bagaimana Caranya Menemukan Kebahagiaan dalam diri sendiri??

jalani apanyang terbaik untuk dirimu sendiri
sebab yang akan datang semua itu
ada di tangan mu sendiri juga..

Mandirilah, tidak merepotkan diri sendiri dan orang lain, teratur hidupnya, tenang dan bersahaja, rendah hati, mudah merasa puas, merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang dimiliki.

Ini adalah perasaan-perasaan yang jika dipelihara di dalam kehidupan kita, maka hidup akan menjadi indah. Kuncinya ada di perasaan cukup.
Perasaan cukup bukanlah perasaan pesimis yang membuat kita tidak bergerak maju.
Berubah menjadi lebih baik adalah sebuah pilihan bukan tuntutan.

Berlakulah lembut kepada diri sendiri, berhenti mengatakan
"Saya harus maju",
tapi gantilah dengan kata
"saya memilih untuk maju".

Ucapkan kalimat-kalimat yang memancarkan kedamaian ke diri sendiri.
Segala kebaikan yang diberikan berlimpah ke dalam diri ini, dengan sendirinya akan terpancar keluar.

Orang lain punya hak mengatakan apa saja kepada kita,
ingatlah apapun yang dikatakannya, dia hanya sedang memberitahukan isi pikirannya, bukan sedang memberikan label kepada kita.

Jika dia sedang mengatakan keburukan maka sesungguhnya pikirannya sedang berisi keburukan,

jika dia sedang mengatakan kebaikan maka artinya pikirannya sedang diisi dengan kebaikan.

Ini tidak ada hubungannya dengan kita. Kita adalah diri kita sendiri.

Katakan kepada diri sendiri, "Saya adalah saya.
Sayalah yang memilih apa yang baik buat saya dan tidak. Sayalah yang menentukan apa yang boleh berdiam dalam diri saya ataupun tidak.

Saya memilih untuk menjadi diri saya sendiri. Saya kenal dengan baik diri saya. Saya menerima dan menghargai diri saya seutuhnya .

@gidion_chester

LIKE MY FP DI SINI

Sunday, November 19, 2017

Diriku seperti berada di dalam suatu kotak | Renungan Jiwa



Terkadang aku mencapai suatu titik..
Dimana menyatu dalam kelam dan tak tahu harus kemana...
Apa yang ku jamah seolah beku.. dingin tak berbekas..
Pandangan ku menjadi kabur..yang bersetubuhkan kunang – kunang..
menari–nari dalam suasana mistik yang merengkuh kalbu..
.
Terkadang aku melihat diriku berada di dalam suatu kotak..
Yang kecil, sempit, dan mulai dipenuhi dengan barang–barang tak berguna..
Barang–barang yang bukannya membantuku untuk menarikku keluar dari kotak..Tetapi justu menenggelamkanku lebih dalam ke dasar kotak..
Semakin aku berontak.
Semakin aku tenggelam...
.
Satu–satunya caraku untuk keluar dari kotak?
Ya..menyingkirkan barang–barang yang tenggelamkanku semakin dalam..
Barang–barang yang berbahagia ketika aku meronta di dasar kotak..
Barang–barang yang berkolaborasi untuk ciptakan suatu pematah semangat..
Semangat yang kehangatannya berangsur pudar seiring gema di sudut–sudut kotak..
.
Barang dalam kotak ibarat manusia–manusia di sekelilingku..
Jika manusia itu hanya menjadi pematah semangatku melalui kegilaan mereka...
Siapa yang butuh mereka??
Crazy is being miserable..
Gila adalah hidup dalam kepura–puraan..
Teman dekat mu berpura–pura mengasihimu..
Kekasihmu berpura–pura mencintaimu..
Bahkan yang lebih gila lagi..
Gila adalah ketika berpura–pura merasa bahagia..
Dimana hati seakan tertambat..tersobek..dan kosong..
Dibumbui senyuman manis berbalut luka..
.
Ah.. bebaskan saja mereka dari penderitaan mereka..
Merontalah..
Ambil kembali perasaan sukacita yang diambil darimu..
Jangan tertular dengan kegilaan mereka..
Buktikan...
Dan buat mereka mengerti kalau aku bisa melakukannya.

Friday, November 17, 2017

TERBUTAKAN OLEH CINTA | KISAH CINTA SEORANG MAHASISWA PERTANIAN

Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika pertama kali mengenal sinar matanya, goresan senyumnya yang begitu enggan pergi tinggalkan angan dan bergumul dalam bayangan, menggenggam hangat telapak tangannya sembari mengumbar nama satu sama lain dan tanganmu yang coklat kasar bercumbu dengan tangan putihnya yang halus, serpihan angin menggoda rambut hitam panjangnya yang menggerai sebahu dan buatnya menari – nari mendampingi senyum tipisnya yang menyapamu lekat – lekat.
.
Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika nomor telepon genggam miliknya sudah ditangan dan kamu hanya dapat menatapnya ribuan kali, setiap nomor yang berjejer disana yang seakan mengundangmu untuk menekan tombol call hanya untuk mendengarkan suaranya membelaimu saat itu juga, tapi.. ibu jarimu tertahan..diam tak bergeming, seolah ada sesuatu yang tak tampak menahanmu untuk menekan tombol warna hijau dan jantungmu berdebar cepat...terlalu cepat..hingga akhirnya kamu mengurungkan niatmu dan berusaha untuk mencobanya lain kali sembari menghimpun nafas yang tercerai berai.. ya..kamu berakhir menghubunginya dalam bayangmu..dalam anganmu..dan itu sudah cukup..
.
Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika hari – hari panjangmu hanya diisi pelukan – pelukan hangat dirinya dalam pikiranmu tetapi begitu dingin dan beku dalam hatimu.. dirinya ada..hadir...memenuhi setiap sel di otakmu..tetapi hati terasa begitu lengang..begitu kosong..dan terisi hingga meluap – luap ketika kamu melihat dari belakang kilau hitam rambutnya yang berdansa bersama langkah kakinya sembari aura keramahan dengan teman sepermainannya mendekapmu begitu erat.. dan kamu tersenyum diiringi dengan hangatnya hati sembari menatapnya dari kejauhan..
.
Pernahkan kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika tanpa sengaja kamu bertemu dengannya di sebuah tempat favoritmu, dirinya bersama seorang lelaki yang tak kamu kenal, dengan tangan yang saling menggenggam, dengan senyum yang saling menyapa, dengan tawa yang terurai, kamu terduduk di sudut favoritmu, mereka terbuai di sudut yang berlawanan denganmu, dan sekali lagi..kamu melihat aura bahagianya.. kamu tersenyum..
.
Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika kamu telah tak perduli berbagai hal negatif yang orang – orang lontarkan kepadanya, tetapi kamu tetap tak menyerah, meski dirimu tersakiti, meski dirimu terluka, meski dirimu nyari mati untuk tetap teguh dalam mempercayai hatimu, mempercayai cintamu, karena hati memiliki akal sendiri yang tak dimiliki oleh akal.
.
Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta?
Ketika pada akhirnya dirinya bahagia bersama seorang yang lain, menyandarkan kepalanya bukan pada bahumu, tersenyum dan memberikan sinar matanya bukan padamu, dan memeluk bukan pada hatimu yang letih, dingin, dan kosong.. tetapi itu semua terbayar ketika kamu menyadari bahwa dirinya bahagia dan kamu juga merasa bahagia karenanya...
.
Pernahkah kamu terbutakan oleh cinta hingga akhirnya kamu berkata dalam hatimu untuk selalu mencintainya dengan hati kecilmu yang rapuh?

MUSIK

LINKIN PARK SELALU DI HATI | LINKIN PARK FANS INDONESIA | GIDION CHESTER

Rest In Peace Chester Bennington (1976-2017) You’ll be Forever in My Heart:) My heart is broken, My soul will never be put ba...